RSUD Wonogiri Bakal Punya Gedung Khusus Pasien VIP dan VVIP

RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. (Solopos - Dok)
21 Januari 2019 16:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri berencana membangun gedung private wings empat lantai di lahan sisi timur seluas lebih kurang 1 hektare pada 2021 mendatang. Gedung itu khusus untuk pasien VIP dan VVIP.

Direktur RSUD Wonogiri, Setyarini, saat ditemui Solopos.com di RSUD tersebut, belum lama ini, mengatakan manajemen menyasar pasien kalangan menengah ke atas. Rini, sapaan akrabnya, menyebut itu peluang yang mesti digarap.

Berdasar analisis, separuh pasien keluarga kaya yang menggunakan fasilitas VIP dan VVIP di rumah sakit besar di Solo Baru, Sukoharjo, maupun Solo merupakan pasien dari Wonogiri.

Mereka kebanyakan warga dari keluarga perantau sukses. Mereka memilih RS di luar daerah karena RS di dalam daerah belum memiliki bangsal khusus yang dapat memenuhi keinginan mereka, termasuk RSUD.

Rini menyebut master plan sudah dibuat. Hanya, dia belum dapat membocorkan anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut.

“Jadi, gedung itu nanti punya semua layanan yang dibutuhkan atau one stop service, seperti poliklinik dan kamar rawat inap. Bahkan, ada ruang tunggu yang dikonsep khusus agar keluarga atau pengunjung nyaman. Privasi pasien dan keluarganya sangat dijaga. Ada lo orang kaya yang tidak ingin diketahui sakit,” ucap Rini.

Dia melanjutkan gedung private wings itu akan dikelola semi-swasta. Meski demikian, gedung tetap akan dikelola RSUD, bukan pihak ketiga.

Proyek itu belum diketahui apakah akan dikerjakan tahun tunggal atau jamak (multiyears). Menurut Rini hal itu menyesuaikan anggaran yang akan diterima.

Terlepas dari rencana itu, saat ini RSUD terus berbenah agar bisa menjadi RS rujukan utama di Kota Sukses dan sekitarnya. Manajemen mengoperasikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru mulai Kamis (17/1/2019) lalu.

Gedung tersebut dibangun pada 2016 dan 2017 dengan anggaran miliar rupiah. Kapasitas tempat perawatan lebih banyak dari IGD lama, yakni 21 bed dari sebelumnya 10 bed.

Selain itu IGD baru dilengkapi kamar operasi. Selain itu saat ini RSUD memiliki sejumlah alat canggih, seperti pemecah batu menggunakan laser untuk pasien penyakit kencing batu.

Alat seharga Rp4 miliar itu untuk mendukung operasi bedah urologi. Alat itu dapat untuk memecahkan batu di saluran kencing hingga ureter tanpa operasi terbuka.

Selain itu RSUD Wonogiri memiliki laparoskopi yang bisa digunakan untuk operasi bedah dengan irisan sangat kecil, yakni 1 cm-2 cm. Alat tersebut ditempatkan di Instalasi Bedah Sentral.

“Tahun ini kami memiliki dokter spesialis jantung. Untuk mendukungnya, kami akan membeli ekokardiografi atau alat USG jantung. Kami juga sudah punya gedung instalasi gizi dan tambahan gedung rawat inap tiga lantai sesuai standar. Ke depan juga mengembangkan pelayanan hemodialisis. Sekarang ini kami baru punya 14 alat hemodialisis. Kami berupaya menambah alat agar bisa minimal 40 alat,” ujar Rini.