Warganet Sepakat Lampion Jensud Solo Dipindah

Pekerja memasang lampion di Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Sabtu (5/1 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
22 Januari 2019 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Ratusan lampion yang menghiasi koridor Jalan Jenderal Sudirman (Jensud), Solo Jawa Tengah, rencananya dipindah. Panitia perayaan Tahun Baru Imlek khawatir lampion yang menggantung itu rusak akiba proyek pemasangan batu andesit.

Ketua Umum Perayaan Imlek Kota Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan segera berkoordinasi dengan timnya untuk memindahkan lampion tersebut. "Lampion yang dipasang dari Gladag hingga Bank Indonesia rencananya dilepas karena tertutup proyek penataan kawasan Jensud. Sayang kalau lampionnya rusak," katanya.

Rencana pemindahan lampion di kawasan Jensud Solo tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejunlah netizen sepakat dengan tindakan tersebut karena lampion itu membuat jalanan semakin macet. Komentar tersebut disampaikan netizen melalui foto lampion yang diunggah pemilik akun Instagram @jelajahsolo, Sabtu (19/1/2019).

"Enggak kasihan yang memasang, wkwkwkw" kelakar @tiwitiwi27.

"Bongkar aja bikin macet buat foto-foto," imbuh @taufiqwsp.

"Pembongkaran Jl. Jensud tahap kedua sama pemasangan traffic light kenapa enggak nunggu sehabis Imlek saja sih? Sekarang jadi macet banget," sambung @harry_qlink.

Diberitakan Solopos.com, Minggu (20/1/2019), Sumartono mengatakan tengah dalam kajian tim khusus lampion. Sementara itu, lampion di depan Bank Indonesia hingga Balai Kota Solo tetap akan berada di lokasi tersebut karena lokasi tersebut belum terdampak proyek pemasangan batu andesit.

Menurut Sumartono, selain terkena backhoe pengunjung yang ingin menyaksikan lampion tersebut juga terhalang penutup lokasi proyek. Tidak memungkinkan bagi warga untuk berswafoto di lokasi tersebut.Ada kemungkinan lampion akan dipindahkan ke depan Balai Kota hingga Pasar Gede dengan jarak yang lebih rapat.

Walau perayaan Imlek tahun ini kurang maksimal, Sumartono menegaskan tujuan terpentingnya adalah membawa nama Kota Solo menjadi wisata Imlek dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sumartono menambahkan, kebutuhan listrik seluruh lampion tidak dibiayai Pemerintah Kota Solo melainkan cara swadaya oleh panitia perayaan Imlek dan kontribusi rekanan lainnya.

Lebih lanjut, Sumartono menjelaskan, dalam setiap perayaan menghabiskan anggaran listrik hingga Rp50 juta yang ditanggung seluruh panitia. Ketua Bidang Lampion, Henri Susanto, menambahkan uji coba penyalaan lampion akan dimulai pada 25 Januari dan akan menyala keseluruhan pada 27 Januari 2019.