Tunardi Bangun Semangat Literasi dengan Gelis

Tunardi - solopos.com / Bony Eko Wicaksono
22 Januari 2019 12:43 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Sejak 2006, Tunardi resmi bekerja sebagai pustakawan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sukoharjo. Sebelumnya, Tunardi malang melintang sebagai pustakawan di sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten.

Pria kelahiran Klaten, 27 Juli 1974 ini kerap membikin karya tulis kepustakawan maupun artikel yang erat hubungannya dengan perpustakaan. Dia sering mengikuti lomba kepustakawanan baik tingkat provinsi maupun nasional. Berkat kerja kerasnya, Tunardi berhasil menyabet juara I pustakawan berprestasi terbaik tingkat provinsi dan juara III pustakawan berprestasi terbaik tingkat nasional pada 2018. “Saya bakal bersaing dengan para juara pustawakan lainnya pada tahun ini. Jika menang, saya mewakili Indonesia di ajang pustakawan tingkat Asia,” kata dia saat ditemui solopos.com di kantornya, Senin (21/1/2019).

Alumnus Program Diploma Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga merintis Gerakan Literasi Sukoharjo (Gelis) untuk membangkitkan budaya membaca masyarakat terutama para pelajar. Masyarakat diajak untuk gemar membaca buku untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat. Dia menggagas berbagai program agar masyarakat termovitasi untuk gemar membaca buku. “Saya mengumpulkan siswa SD dan SMP yang memiliki niat dan hobi membaca. Mereka membuat cerita pendek [cerpen] dan telah menjadi buku,” ujar dia.

Selain itu, Tunardi fokus membina perpustakaan di beberapa desa di Sukoharjo sejak 2010 lalu. Koleksi buku di perpustakaan desa ditambah untuk menarik minat masyarakat membaca buku. Beberapa perpustakaan desa juga mengikuti lomba perpustakaan tingkat provinsi. Hasilnya, sejumlah perpustakaan desa berhasil meraih prestasi gemilang. Misalnya, perpustakaan Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban yang berhasil meraih juara II perpustakaan desa terbaik tingkat nasional pada 2015. “Ada lima perpustakaan desa/kelurahan yang aktif mendorong gerakan literasi bagi masyarakat yakni Desa Cangkol, Desa Trangsan, Kelurahan Dukuh, Bulakan, Combongan,” papar Tunardi.

Sekarang, ia tengah menggarap aplikasi e-Perpus Sukoharjo yang bisa diakses secara online. Masyarakat bisa membaca buku lewat gawai sehingga lebih praktis, mudah dan cepat. Mereka tak usah mengunjungi perpustakaan lantaran bisa membaca buku di rumah atau sekolah.