Pendaftar Cakades Wiro Klaten Ini Terpaksa Mundur, Ini Alasannya

Spanduk penolakan cakades dari luar desa terpasang di Desa Wiro, Bayat, Klaten, Senin (21/1/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
22 Januari 2019 07:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Tujuh orang mendaftar sebagai calon kepala desa (cakades) Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, hingga H-1 penutupan pendaftaran, Senin (21/1/2019) pagi. Namun, satu orang memilih mencabut berkas pendaftaran.

Salah satu anggota panitia Pilkades Wiro, Sri Winoto, mengatakan pendaftaran dibuka pada Kamis (17/1/2019) lalu. Dari tujuh orang yang sudah mendaftar, lima orang berasal dari desa setempat termasuk petahana atau incumbent.

Sementara dua pendaftar berasal dari luar desa setempat. Pendaftaran calon kades akan ditutup Selasa (22/1/2019) ini.

Ia menjelaskan panitia tidak bisa menolak siapa pun yang mendaftar sebagai calon kades asal memenuhi persyaratan termasuk warga dari luar desa. Mengacu pada peraturan, persyaratan pendaftar yakni warga Negara Indonesia.

“Dalam hal skor juga sudah diatur dengan penilaian yang jelas dalam perbup,” ungkapnya saat ditemui Solopos.com di Kantor Desa Wiro, Senin.

Soal tingginya antusias pendaftar calon kades di Pilkades Wiro, Winoto tak mengetahui penyebabnya. Ia menjelaskan dari sisi tanah bengkok yang bakal dikelola kades terpilih juga tak memiliki keistimewaan.

“Tanah bengkok itu kalau digarap tidak mudah mendapatkan air setiap musim. Kalau soal luas wilayah, memang Wiro termasuk luas karena desa ini sejarahnya dari dua desa dijadikan satu,” tutur dia.

Di sisi lain, salah satu pendaftar memilih mencabut berkas pendaftaran sebagai calon Kades Wiro. Pendaftar itu bernama Wiji, warga Desa Nengahan, Kecamatan Bayat.

Wiji mengatakan alasannya mendaftar sebagai calon Kades Wiro seusai pensiun dari jabatannya sebagai salah satu Kadus di Desa Nengahan lantaran menilai Wiro memiliki wilayah yang luas serta tanah subur.

Ia menegaskan niatan untuk mendaftar berasal dari keinginan pribadi bukan dorongan orang lain. Namun, ia memilih mencabut berkas pendaftaran pada Senin siang lantaran baru mengetahui jika salah satu kerabatnya juga mendaftarkan diri sebagai calon Kades Wiro.

“Keponakan saya ternyata juga menjagokan diri sebagai kades di Wiro. Saya baru tahu kemarin. Saya juga eman-eman. Akhirnya saya memilih mencabut berkas pendaftaran,” katanya.