Simpang 4 Jensud Solo Macet Setelah Dibuka, Ini Penjelasan Dishub

Kepadatan arus lalu lintas di Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (22/1/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
23 Januari 2019 07:30 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pembukaan simpang empat Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo justru membuat kawasan itu macet dan bikin kesal warga. Kemacetan terjadi akibat alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang menyala tak teratur.

Terkait hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo melakukan evaluasi untuk membuat kawasan itu terbebas dari kemacetan. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2019), mengatakan simpang tersebut dibuka dengan berbagai pertimbangan.

Dengan dibukanya water barrier diharapkan membuat arus lalu lintas dari berbagai arah cukup leluasa.

“Sebelumnya lancar-lancar saja arus lalu lintasnya. Mungkin karena masyarakat awalnya tidak tahu simpang itu sudah dibuka. Sekarang kendaraan dari arah utara dan timur memanfaatkan simpang itu sehingga padat. Kami juga memonitor masyarakat hingga ke media sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini APILL yang berada di simpang empat tersebut belum terkoneksi dengan ruang kontrol Dishub Solo. Namun, Dishub tetap dapat memantau kawasan itu melalui kamera pengawas yang terkoneksi.

Ia menegaskan setiap hari petugas Dishub Solo melakukan intervensi APILL dengan terjun langsung ke lapangan. Lama waktu nyala hijau APILL setiap waktunya menyesuaikan kondisi lapangan seperti pada waktu berangkat sekolah dan pulang kerja.

Menurutnya, saat ini APILL dari arah selatan yang menjadi pertemuan berbagai arus diberi waktu nyala hijau terlama yakni 40-45 detik menyesuaikan kondisi lalu lintas.

“Pemasangan APILL baru satu pekan, kami mohon masyarakat maklum. Kepadatan dari arah timur ke barat dapat dijadikan suatu hal yang positif dengan hal itu masyarakat berati telah memanfaatkan simpang tersebut. Dahulu sangat sepi maka kami beri waktu hijau yang sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, akan ada rencana APILL terkoneksi dengan ruang kontrol Dishub Solo sehingga dapat dilakukan intervensi lampu APILL dengan cepat. Kepadatan lalu lintas dari arah selatan terjadi pada waktu pagi dan kepadatan lalu lintas dari arah timur dan utara terjadi pada siang hingga sore hari.

Anggota Staf Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Atnoko, mengatakan setiap hari terjadi perubahan lama waktu hijau di setiap APILL. Dari arah selatan lama waktu hijau yakni 40-45 detik, dari arah timur sekitar 10-15 detik, dan dari arah utara 15-20 detik.

Salah satu warga Kecamatan Banjarsari, Eddi Widodo, meminta waktu nyala hijau APILL dari arah timur ditambah. Menurutnya, saat melintas di jalan tersebut bisa terkena lampu merah hingga sepuluh kali.

Hal itu sangat merugikan masyarakat, terlebih banyak pengendara di Jl. Mayor Kusmanto itu yang sering keluar markah hingga tiga baris.