Ahli Waris Sriwedari Laporkan Kepala BPN Solo

Lahan pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo. (Solopos/Nicolaus Irawan)
23 Januari 2019 08:10 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Dalam rilis ahli waris, Selasa (22/1/2019), pengaduan Gunadi disampaikan ke Polresta Senin (14/1/2019) dengan nomor pelaporan STBP/40/I/2019/Reskrim. Pelaporan tersebut terkait pernyataan Sunu bahwa tanah Sriwedari milik Pemkot Solo. Menurut Gunadi, pada 30 November 2018 Sunu memberikan keterangan pers bahwa tanah Sriwedari milik Pemkot Solo. Padahal putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap memberikan legalitas kuat dan status hukum yang tetap bahwa tanah Sriwedari seluas 99.889 m2 tersebut milik ahli waris Wirjodiningrat berdasarkan putusan MA No. 3000-K/Sip/1981 17 Maret 1983, MA No:125-K/TUN/2004, PK No. 29-PK/TUN/2007, MA No. 3249-K/Pdt/2012 jo. No. 478-PK/PDT/2015.

Gunadi menyebut pernyataan Sunu itu tergolong hoaks. Gunadi menyatakan selain milik ahli waris sejak 2012, tanah Sriwedari juga disita juru sita PN Solo berdasarkan penetapan sita eksekusi No. 10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt. Jo No. 31/Pdt.G/2011/PN.SKA jo. No. 87/Pdt/2012/PT.Smg jo. No:3249-K/Pdt/2012 tertanggal 26 September 2018.

Kepala BPN Solo Sunu Duto Widjomarmo siap dipanggil atas pelaporan Gunadi terkait sengketa tanah Sriwedari antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan ahli waris.  Sunu mengklaim menjalankan tugas sesuai dengan aturan. Sunu mengatakan sampai Selasa, dia belum menerima panggilan terkait pelaporan tersebut. Meskipun belum menerima panggilan, dia siap menjalani pemeriksaan jika dipanggil Polresta Solo.

"Saya belum menerima panggilan kalau ada pengaduan ke saya terkait tanah di Sriwedari. Saya malah tahunya dari teman-teman media yang meminta konfirmasi kepada saya. Kalau dipanggil ya saya siap datang untuk diperiksa," jelas Sunu saat ditemui Solopos.com di kantornya.
Dia yakin menjalankan tugas sesuai dengan prosedur. Dia tidak khawatir jika dipanggil atas pengaduan tersebut.
"Semua dari BPN itu sesuai prosedural. Silakan diuji di pengadilan kalau saya salah. Datanya kan sudah ada, sebagai pejabat, saya hanya menjalankan tugas," beber Sunu.

Sementara itu, Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai belum bisa memberikan keterangan soal pengaduan itu karena sedang berada di luar kota. Dia harus mengecek hal tersebut terlebih dahulu. "Saya sedang ada di Semarang, belum saya cek," kata Andy Rifai saat dihubungi Solopos.com melalui pesan singkat. 

Sebelumnya, ahli waris melaporkan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ke polisi juga gara-gara kasus yang sama pada 10 Desember 2018 . Pemkot Solo membangun masjid Sriwedari di lahan yang bersengketa tersebut.