Rel Ganda KA Solo-Kedungbanteng Siap Pakai Februari

Pembangunan jalur ganda dari Solo-Sragen melintasi wilayah Karanganyar di Jaten dan Kebakkramat. Foto diambil Rabu (11/4 - 2018). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
23 Januari 2019 12:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek jalur ganda kereta api (KA) atau double track Solo-Kedungbanteng, Sragen, sepanjang 42 km siap beroperasi Februari 2019. Saat ini, perkembangan pembangunannya sudah mencapai 97%.

Rencana pengoperasiannya masih menunggu tahapan-tahapan switch over, safety assesment, dan pengujian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Arief Sudiatmoko, mengatakan jalur ganda telah rampung seluruhnya dan hanya menyisakan pembangunan fisik lain yang tidak terkait langsung dengan rel.

Arief mengatakan pembangunan jalur ganda itu melewati 19 jembatan dengan rentang terpanjang melewati Sungai Bengawan Solo di kawasan Jurug. Di titik itu, panjang jembatan mencapai 225 meter.

Saat ini proses pembangunannya sudah selesai dan dalam tahapan proses pengalihan jalur lama ke jalur baru. “Jembatan lama akan diganti dengan jembatan baru yang sudah siap lintas di sebelahnya,” kata dia saat diwawancarai Solopos.com melalui layanan perpesanan, belum lama ini.

Proyek multiyears dengan total investasi mencapai Rp1,2 triliun itu juga membangun dua stasiun baru, selain tetap menggunakan lima stasiun yang sudah ada. Dua stasiun baru tersebut meliputi Stasiun Palur dan Stasiun Kemiri.

Arief menjelaskan pengoperasian rel ganda itu bakal meningkatkan kapasitas kereta yang melintas dari semula 91 kereta per hari menjadi 182 kereta per hari.

“Ini untuk menunjang operasional kereta rute Jakarta-Surabaya maupun Jogja-Solo-Surabaya. Saat ini untuk Solo-Yogyakarta sudah menggunakan rel ganda,” ucapnya.

Tentang operasional komuter Sragen-Solo, Pejabat Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jawa Bagian Tengah, Eko Budi Santoso, mengatakan operasional komuter per trainset pemberangkatan seperti Prameks berkapasitas angkut mencapai 200 orang. Rencana frekuensi pengoperasian komuter itu masih dibahas.