Kasus Tablig Akbar, Bawaslu Solo Minta Pendapat 5 Saksi Ahli

Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, diperiksa di Kantor Bawaslu Solo, Selasa (22/1/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
24 Januari 2019 06:20 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo bersama anggota tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) lainnya akan meminta pendapat lima orang saksi ahli Kamis-Jumat (24-25/1/2019).

Hal itu terkait perkara dugaan pelanggaran kampanye dengan terlapor Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif. Slamet dilaporkan oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Solo untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin karena dinilai melakukan kampanye saat berorasi di acara tablig akbar PA 212 di Bundaran Gladak, Solo, Minggu (13/1/2019).

Tim Gakkumdu akan meminta pendapat saksi ahli dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kemenkumham Jawa Tengah, Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Solo, Poppy Kusuma, mengatakan tim Gakkumdu bersama kepolisian dan kejaksaan sudah dijadwalkan untuk menemui empat saksi ahli di Semarang dan satu saksi ahli di Solo.

Mereka yakni dua orang saksi ahli bidang komunikasi massa dan pemilu dari Undip, satu saksi ahli bidang bahasa dari Unnes, satu saksi ahli hukum pidana dari Kemenkumham Jawa Tengah, dan atu saksi bidang Pemilu dari UNS.

"Kami [tim Gakkumdu] sudah menyiapkan berkas-berkas yang akan dibawa ke Semarang, Kamis. Selain itu setiap ahli juga akan ditanyai dengan maksimal 20-25 pertanyaan," ujar Poppy kepada Solopos.com, Rabu (23/1/2019).

Poppy menjelaskan Tim Gakkumdu terlebih dahulu mendatangi saksi ahli dari Semarang karena jaraknya lebih jauh ketimbang ahli di Solo. Sebelumnya Tim Gakkumdu juga sudah menjalin kontak dengan saksi ahli melalui ponsel.

Mengenai alasan menggunakan dua saksi di bidang Pemilu, Poppy mengatakan tujuannya agar ada perbandingan. "Mana yang akan digunakan nanti kami bandingkan. Itu yang akan kami pakai," ujar Poppy.

Ditanya kenapa Tim Gakkumdu yang mendatangi dan bukan memanggil saksi-saksi ahli tersebut, Poppy menyatakan sudah dibicarakan sebelumnya. Menurut Poppy, saksi-saksi tersebut lebih baik langsung didatangi, karena mereka juga punya kesibukan.

"Kami tentunya sudah kontak dulu. Kami yang akan mendatangi saksi ahli terkait pelanggaran ini, baik dari segi bahasa, komunikasi massa, pemilu, dan terakhir pidana. Tim Gakkumdu akan datang ke Semarang bersama tim dari kejaksaan, dan kepolisian. Kami akan menanyai mengenai apa yang harus ahli jawab. Jawaban-jawaban itu akan menjadi data-data yang dibutuhkan," beber Poppy.

Poppy berharap ahli yang dimintai keterangan sesuai harapan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan. Kemudian jawaban dari saksi ahli akan dicocokkan dan disinkronkan dengan keterangan saksi-saksi lain yang sudah ada di berita acara pemeriksaan (BAP).

"Agar tim gakkumdu bisa merumuskan dan menentukan akan dilakukan tindakan pidana atau tidak terhadap terlapor," jelas Poppy.

Salah satu saksi ahli bidang pemilu dari UNS yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan sudah dihubungi Bawaslu Solo, Senin (21/1/2019) mengenai kapabilitasnya sebagai saksi ahli terkait dugaan pelanggaran kampanye Slamet Maarif.

Akan tetapi dirinya belum menerima undangan resmi secara tertulis dari Bawaslu Solo. "Insya Allah akan datang ke Bawaslu [apabila ada surat pemanggilan sebagai saksi ahli]," jelasnya, Selasa (22/1/2019).