17 Pelajar Solo Terjaring di Tempat Bolos Favorit

Petugas Satpol PP memberi pengarahan kepada pelajar yang terjaring razia saat bolos sekolah di Kantor Satpol PP, Solo, Rabu (23/1/2019). Razia bolos sekolah yang dilakukan Satpol PP tersebut menjaring 17 pelajar. - Nicolous Irawan
24 Januari 2019 07:00 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Para pelajar yang membolos tersebut dikumpulkan di Kantor Satpol PP untuk dibina. Pantauan Solopos.com, para petugas Satpol PP merazia mereka di Taman Balekambang. Begitu tiba, petugas menyebar ke sudut-sudut taman. Ada juga yang berjaga di pintu keluar.
Provos Satpol PP Kota Solo Doso Perwito mengatakan razia pelajar membolos rutin dilakukan. Doso yang bertugas di wilayah Banjarsari dan Jebres berkeliling untuk melakukan razia di sejumlah lokasi nongkrong pelajar.

“Kami sudah melakukan razia rutin pelajar bolos sekolah. Saya wilayah Banjarsari dan Jebres, jadi saya beroperasi di tempat tersebut. Salah satunya di Taman Balekambang,” beber Doso saat dijumpai Solopos.com.

Sebanyak 15 petugas Satpol PP menyisir kawasan favorit untuk nongkrong. Sampai pukul 12.00 WIB, petugas menjaring dua pelajar di kawasan belakang Kampus Unisri Solo. “Tadi kami sudah melakukan razia sejak pukul 08.00 WIB, di kawasan Jebres, kami belum menemukan ada pelajar bolos. Di daerah Banjarsari, kami menjaring dua anak yang kedapatan membolos sekolah di belakang Unisri,” terang Doso.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo Agus Sis Wuryanto mengatakan 17 pelajar terjaring dalam razia. Mereka akan dibina Satpol PP.

“Tidak hanya dua, bahkan 17 pelajar yang sudah kami jaring dalam razia hari ini [Rabu]. Mereka akan kami bina di Mako Satpol PP,” terang Agus.
Mereka didisiplinkan agar tidak membolos lagi. Selain itu, orang tua dan wali diundang untuk menjemput 17 pelajar tersebut. “Iya, orang tuanya juga diundang untuk menjemput para pelajar tersebut," kata Agus.