Bawaslu Karanganyar Butuh 3.149 Pengawas TPS

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
27 Januari 2019 19:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar akan merekrut Pengawas Pemilu di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Pelaksanaan rekrutmen pengawas TPS ini akan dilaksanakan pada pertengahan Februari mendatang.

"Kami membutuhkan setidaknya 3.149 Pengawas TPS yang akan Kami tugaskan di semua TPS di wilayah Kabupaten Karanganyar untuk mengawasi semua tahapan yang berada di TPS,” kata Kordiv. Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Sudarsono, ketika dihubungi Solopos.com melalui telepon selulernya, Minggu (27/1/2019).

Menurut dia, persyaratan serta mekanisme perekrutan menunggu petunjuk dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Secara umum pengawas TPS harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan. Di antaranya harus warga negara Indonesia (WNI) yang berusia paling rendah 25 tahun, setia kepada Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk pendidikan minimal SMA atau sederajat, tidak merupakan anggota partai politik (parpol) atau sudah mundur, sekurang-kurangnya lima tahun pada saat mendaftar, dan bersedia bekerja penuh waktu.

Terkait perekrutan ini pihaknya memprioritaskan petugas pengawas TPS yang akan direkrut dari warga setempat, sebab dinilai lebih mengenal karakteristik warga setempat. Dengan demikian pengawas TPS akan lebih jeli dalam mengawasi setiap tahapan yang berlangsung di TPS.

Tugas yang melekat sebagai pengawas TPS di antaranya untuk mengawasi proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Untuk itu, netralitas dan integritas adalah suatu keharusan. "Pengawas TPS harus netral, harus berintegritas untuk pemilu yang berkualitas", harapnya.

Untuk meningkatkan kapasitas pengawas TPS, pihaknya akan menggelar bimbingan teknik (bimtek) khusus mengenai tugas pengawas TPS.