Dada Siswi Dipegang Guru SMP Slogohimo, Ratusan Siswa Wonogiri Demo

Aparat Polsek Slogohimo menenangkan siswa yang berunjuk rasa memprotes guru yang diduga melecehkan siswi di SMPN 1 Slogohimo, Wonogiri, Sabtu (27/1 - 2019). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
27 Januari 2019 17:41 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, SLOGOHIMO — Ratusan siswa SMPN 1 Slogohimo, Wonogiri berunjuk rasa di sekolah mereka memprotes sikap guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris, HM, yang diduga berlaku tak senonoh terhadap siswi, Sabtu (26/1/2019). Mereka menuntut HM tak mengajar lagi di sekolah tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (27/1/2019), unjuk rasa terjadi saat jam pelajaran ketiga dan keempat. Aksi tersebut dipicu perbuatan HM saat mengajar di salah satu kelas VII.

Menurut siswa HM saat itu melecehkan salah satu siswi dengan memegang dada siswi bersangkutan. HM melakukannya karena siswi tersebut tak membuat tugas seperti yang diperintahkannya sebelumnya. Perbuatan itu dilakukan HM di depan siswa lainnya.

Mereka meradang lalu tergerak untuk berunjuk rasa menuntut HM tak mengajar lagi di SMPN 1 Slogohimo. HM merupakan guru pindahan dari SMPN di Puhpelem, Wonogiri.

Unjuk rasa dapat dikendalikan setelah dua anggota Polsek Slogohimo tiba di lokasi dan dapat menenangkan para siswa. Salah satu orang merekam aksi tersebut. Informasi adanya kejadian itu pun meluas setelah video unjuk rasa tersebar melalui media sosial.

Dikendalikan

Dalam video itu ratusan siswa pengunjuk rasa berseragam pramuka. Mereka berkerumun di luar kelas sambil menggendong tas. Di tengah kerumunan terdapat beberapa guru. Beberapa lama kemudian guru tersebut menuju ke ruangan lalu disambut keriuhan para siswa.

Terpisah, Kapolsek Slogohimo, AKP Kukuh Wiyono, melalui Kasi Humas, Aiptu Parmin, menginformasikan para siswa SMPN 1 Slogihimo tidak anarkistis saat menyampaikan aspirasi. Dia merupakan salah satu anggota Polsek Slogohimo yang menenangkan siswa.

Parmin membenarkan bahwa saat itu siswa menyuarakan protes atas tindakan salah satu guru yang diduga melecehkan siswi secara seksual. Namun, pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut terkait bentuk tindakan guru yang diprotes siswa.

“Sampai hari ini [Minggu] belum ada orang tua siswa yang melapor kepada kami,” ucap Parmin mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati. (Rudi Hartono)