Pasar Legi Solo Batal Dibangun Model Hanggar

Kerja bakti membersihkan sisa kebakaran di Pasar Legi Solo, Minggu (11/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
28 Januari 2019 21:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pasar Legi Solo yang terbakar pada akhir Oktober 2018 batal dibangun kembali dengan desain model hanggar.

Pemkot Solo mengganti desain bangunan pasar induk terbesar di Solo itu menjadi tiga lantai termasuk basement yang ramah lingkungan. Pasar Legi akan memiliki basement sebagai lokasi parkir dan bongkar muat barang milik pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, saat ditemui Solopos.com di Balai Kota, Senin (28/1/2019), mengatakan model hanggar hanya pada bagian atap. Pasar Legi tidak akan menggunakan lift, eskalator, atau pun pendingin ruangan.

“Di dalam pasar los akan lebih terbuka seperti desain Pasar Tanggul. Hal itu mengakomodasi konsep pasar hijau yang dikembangkan Kementerian Perdagangan. Bangunan pasar akan ramah lingkungan, ramah difabel, dan ramah energi,” ujarnya.

Bentuk bangunan didesain bertingkat terdiri atas lantai basement, lantai dasar, dan lantai pertama. Bangunan direncanakan tidak berbeda dibanding sebelum terbakar, termasuk kapasitas tampung pedagang.

Desain dan dokumen penunjang lainnya telah dikirimkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat Pemkot meminta bantuan revitalisasi pasar induk terbesar di Soloraya itu. Revitalisasi pasar itu diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp177 miliar.

Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, mengatakan tidak mempermasalahkan desain yang diusulkan. Menurutnya, yang terpenting pedagang dapat dapat berjualan kembali di pasar dengan nyaman dan aman.

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera melakukan lelang dan memulai revitalisasi pasar induk yang terbakar Oktober lalu itu.