Penyangga Kamera CCTV Puncak Merbabu Doyong Diterjang Badai

Kabut tebal menyelimuti lereng Gunung Merbabu, Jumat (26/1/2019), terlihat dari Desa Sukabumi, Cepogo, Boyolali. (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
28 Januari 2019 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sejumlah fasilitas di kawasan puncak Gunung Merbabu rusak akibat cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, pendakian tetap diperbolehkan selama cuaca dinilai bersahabat. Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, cuaca buruk seperti hujan disertai angin terjadi beberapa kali.

Demikian pula pada Sabtu (26/1/2019), cuaca buruk kembali melanda, namun dengan intensitas yang cukup besar. Kondisi ini menyebabkan tiang penyangga kamera closed circuit television (CCTV) di puncak gunung itu doyong.

Selain itu, papan informasi di pos 3 juga ambruk. Kepala Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Edy Sutiyarto membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, cuaca buruk tersebut terjadi timbul tenggelam.

“Iya memang terjadi badai dalam beberapa hari terakhir, tetapi tidak terus menerus. Kadang datang, habis itu berhenti. Kemarin [badai] yang cukup besar ya pas Sabtu [pekan lalu]. Sampai-sampai tiang kamera CCTV doyong dan sudah kami perintahkan kepada petugas untuk dilakukan perbaikan fasilitas yang rusak,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (28/1/2019).

Meski cuaca di puncak Gunung Merbabu cukup ekstrem, jalur pendakian ke gunung itu belum ditutup seperti pada akhir Desember lalu. Menurutnya, jalur pendakian tetap dibuka, namun jika cuaca memburuk, pendaki yang masih di bawah dicegat supaya tidak naik sampai cuaca membaik.

“Kalau cuaca buruk pendaki tidak boleh naik. Tunggu dulu sampai kira-kira cuacanya membaik,” imbuhnya.

Untuk mengetahui situasi cuaca di puncak Gunung Merbabu dan sekitarnya, dia melakukan pemantauan visual maupun informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKKG).

Sebelumnya diberitakan, setelah ditutup selama 17 hari akibat cuaca ekstrem, jalur pendakian ke Gunung Merbabu kembali dibuka mulai Rabu (16/1/2019).

Pembukaan jalur tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) BTNG Merbabu Nomor 34/T.35/TU/EVLAP/2019 tertanggal 15 Januari 2019 dan ditandatangani Kepala BTNG Merbabu Edy Sutiyarto.

Edy mengatakan pembukaan jalur pendakian dilakukan antara lain setelah memperhatikan kondisi cuaca di jalur tersebut. “Memperhatikan cuaca di jalur pendakian Gunung Merbabu saat ini dan berdasarkan pantauan cuaca dari situs BMKG maka semua jalur pendakian TNG Merbabu dibuka terhitung mulai tanggal 16 Januari 2019,” ujar Edy, Selasa (15/1/2019).

Meski demikian, Edy berpesan agar semua pendaki tetap mempersiapkan peralatan yang dibawa, kondisi jasmani, dan rohani agar tetap fit. Selain itu, pendaki juga harus mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem saat mendaki serta mematuhi segala peraturan yang berlaku.