Grup ICS Menghilang dari Facebook, Begini Kronologinya

Grup ICS, info cegatan solo (ics). (Istimewa)
29 Januari 2019 17:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Grup INFO CEGATAN SOLO DAN SEKITARNYA dan grup lain yang terkait, info cegatan solo (ics), menghilang dari jagat maya Facebook. Belakangan diketahui kedua grup yang berkaitan itu dinonaktifkan oleh Facebook.

Salah seorang pengurus pusat ICS, Teguh Wahyudi, mengatakan grup tersebut dianggap melanggar standar komunitas sehingga dinonaktifkan pada Jumat (25/1/2019). Dia mengatakan kedua grup itu terkait.

“Grup utamanya yang huruf kapital, yang huruf kecil sebagai cadangan. Awalnya akun pengurus grup Facebook info cegatan solo (ics) diretas. Lalu si peretas merekrut tiga akun palsu yang enggak kami kenal sebagai pengurus dan moderator. Sesudah itu akun admin yang diretas ini dicopot dari kepengurusan lalu diblokir,” kata dia, kepada Solopos.com, Selasa (29/1/2019).

Grup itu kemudian diubah namanya menjadi Solo Seneng Tetulung. Pengurus yang asli berupaya mengambil alih grup namun gagal. Anggota kemudian beramai-ramai melaporkan grup itu ke Facebook yang berbuntut penonaktifan.

“Grup yang satu masih hidup, tapi selang beberapa hari juga disabled karena dianggap melanggar standar komunitas setelah salah satu pengurus menerima ribuan anggota dalam jangka waktu singkat. Pertama 3.500 akun, kedua 4.000 akun, dan ketiga 9.000 akun diterima. Kemungkinan lalu lintas yang mendadak, tanpa filter, dan cepat ini membuat Facebook curiga sehingga menganggapnya sebagai spam atau pelanggaran,” papar Teguh.

Setelah kedua grup dinonaktifkan, pengurus dan sejumlah anggota lain berupaya mengajukan banding namun proses itu bisa berlangsung selama beberapa hari. Ia berharap Facebook mau memulihkan grup itu mengingat manfaatnya.

“Grup ini menjadi sarana saling tukar informasi, bergotong royong, dan membantu mereka yang membutuhkan. Sayang sekali kalau kami harus membuat grup baru, karena ICS sudah ada sejak 2014. Petisi yang ada untuk melengkapi pengembalian grup,” ujarnya.