20 Lubang Hiasi 500 Meter Jl. Ahmad Yani Sragen

Lubang menghiasi ruas Jl. Ahmad Yani, mulai dari simpang empat Batuar menuju Pasar Nglangon, Sragen, Selasa (29/1/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
29 Januari 2019 21:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Intensitas hujan yang makin tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan sejumlah ruas jalan kabupaten di Sragen rusak. Di sisi lain, keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan menuntut Pemkab Sragen harus cermat dalam menentukan skala prioritas.

Berdasar pantauan Solopos.com, intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan kerusakan di Jl. Ahmad Yani, tepatnya dari simpang empat Batuar hingga Pasar Nglangon.

Di ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter tersebut ditemukan sekitar 20 lubang menganga yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Para pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintasi jalan tersebut bila tidak ingin roda kendaraan terperosok ke lubang jalan.

“Rusaknya jalan ya setelah turun hujan akhir-akhir ini. Ada genangan air di lubang jalan itu. Awalnya lubangnya kecil, karena terus tergenang air lama-lama bertambah lebar dan dalam. Kalau tidak segera diperbaiki ya membahayakan pengguna jalan,” ujar Widodo, warga Nglangon yang ditemui di lokasi, Selasa (29/1/2019).

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sragen Sugiyarto mengakui kerusakan jalan akibat intensitas hujan yang tinggi sudah mulai terlihat. Selain di Jl. Ahmad Yani, lubang jalan juga banyak dijumpai di jalur menuju Jambangan.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, saya meminta lubang-lubang di jalan menuju Jambangan itu ditutup sirtu [pasir dan batu] untuk sementara. Kalau dibiarkan begitu ya membahayakan pengguna jalan,” ucapnya.

Sugiyarto mengakui anggaran pemeliharaan jalan di Pemkab Sragen pada tahun ini minim. Ini setelah ada pemangkasan anggaran dari Rp5 miliar pada tahun lalu menjadi Rp1 miliar pada tahun ini.

Atas dasar itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dituntut cermat menentukan skala prioritas dalam menggunakan anggaran pemeliharaan jalan yang tergolong minim tersebut.

“Dana pemeliharaan itu sudah pasti kurang. Jadi ya harus cermat jalan mana yang diprioritaskan untuk diperbaiki. Kami berharap ada penambahan anggaran pemeliharaan jalan di APBD Perubahan 2019 nanti,” terang Sugiyarto.