Wow, Kursus Gratis dapat Mesin Jahit Pula

Sejumlah peserta kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Ismi, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, foto bersama di Aula Kantor Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jumat (25/1/2019)./Istimewa - Dok. LPK Ismi
29 Januari 2019 20:22 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 40 orang peserta kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Ismi, Blulukan, Colomadu, Karanganyar menggelar fashion show di Aula Kantor Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jumat (25/1/2019). Acara itu dilaksanakan saat penutupan kursus yang telah mereka jalani selama sekitar dua bulan.

“Para peserta kursus program busana muslim batik modifikasi ini memamerkan busana kreasi mereka di hadapan teman mereka sendiri. Setelah mendapat bekal dari kursus diharapkan mereka bisa mandiri khususnya di bidang tata busana muslim,” ujar pimpinan LKP Ismia, Sri Ismiatun ketika ditemui seusai acara.

Menurut dia, pendidikan kewirausahaan ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Namun mayoritas atau 60 persen dari mereka berasal dari Karanganyar.

Dia menjelaskan tujuan dari gelar potensi daerah ini antara lain, mengentaskan kemiskinan, menekan angka pengangguran dan sebagainya. Setelah mempunyai keterampilan setidaknya mereka diharapkan mempunyai penghasilan keluarga sendiri. “Kami berharap semoga seluruh peserta kursus bisa sukses. Dengan demikian mereka bisa merekrut para tetangga sekitar terutama yang belum mempunyai penghasilan atau menganggur,” ujar Sri.

Dengan merekrut mereka yang belum bekerja otomatis akan membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Mereka yang menganggur bisa bekerja dan mempunyai penghasila.

Sementara itu, acara itu tambah semarak setelah masing-masing peserta kursus yang hadir dipersilakan memamerkan karya mereka masing-masing di hadapan puluhan peserta tersebut. Layaknya peragawati dan peragawan profesional, mereka berlenggang-lenggok di Aula Kantor Kecamatan Colomadu. Meski beberapa di antara mereka ada yang belum luwes memeragakan busana, rasa percaya diri mereka terlihat saat mengenakan busana buatan mereka masing-masing.

“Seluruh busana yang mereka buat ditampilkan. Selain itu juga mereka menampilkan busana buatan kelompok. Masing-masing kelompok membuat lima karya dan semuanya dipamerkan.”

Diharapkan kegiatan ini bisa memberi wacana kepada para peserta agar nanti tak hanya berkutat pada yang diajarkan saja. Mereka harus mempunyai motivasi dan kreativitas yang tinggi.

Mereka yang mengikuti acara di aula kemarin rata-rata telah mengikuti kursus selama dua bulan. Selama pendidikan, ungkap Sri, mereka mempelajari busana atasan, bawahan, celana, kebaya dan sebagainya. Selain itu para peserta kursus gratis ini juga mendapat bantuan dari pemerintah. Bantuan itu berupa satu unit mesin obras, tiga unit mesin jahit, mesin portable multi fungsi satu unit, beberapa dingklik plastik dan sebagainya.