Wajah Baru Wisata WGM Wonogiri Bikin Pengunjung Pangling

Pengunjung melintas di dekat bekas gedung jetski kawasan Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Minggu (27/1 - 2019). (Solopos/Rudi Hartono)
29 Januari 2019 17:05 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Lokasi utama Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri sudah bersih dari pedagang kaki lima (PKL). Ratusan pedagang yang biasanya memadati kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan, sudah pindah ke selter yang disediakan.

Pantauan solopos.com di tempat wisata yang berada di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, itu, Minggu (27/1/2019) pagi hingga siang, bekas gedung jetski, kawasan dekat taman satwa, permainan, dan lapangan, sudah tidak ada pedagang. Seluruh kios area dalam dan luar bekas gedung jetski ditutup.

Pedagang yang biasanya berjejer di tepi jalan utama wisata pun steril aktivitas niaga. Warung makan di belakang panggung hiburan juga kosong. Pedagang yang sebelumnya berdagang di lokasi-lokasi tersebut hari itu berjualan di selter baru dekat masjid.

Selter selesai dibangun tahun lalu dengan biaya senilai Rp2,4 miliar. Aktivitas niaga di selter berjalan. Pengunjung banyak yang membeli olahan ikan, aksesori, minuman, pakaian, dan sebagainya.

Selter ramai karena pengunjung yang menuju dan dari lokasi wisata utama melewati selter. Pengelola membuat rekayasa arus pengunjung sedemikian rupa sehingga selter lama di sisi barat dan selter baru dilewati pengunjung. Pengaturan menggunakan papan petunjuk dan sarana pembatas jalan agar pengunjung tidak dapat melewati jalan pintas.

Para pedagang berjualan di selter sudah dua pekan ini. Kebanyakan mereka berjualan hanya saat ramai pengunjung, yakni Sabtu dan Minggu. Hal itu sudah menjadi kebiasaan sejak lama.

Pedagang aksesori, Katmi, 60, mengaku lebih nyaman berjualan di selter dibanding berjualan di tempat lama belakang panggung hiburan. Berjualan di selter yang dilengkapi atap tak kehujanan saat hujan mengguyur dan tak kepanasan saat terik. Sebelumnya, warga Sendang tersebut merasakan sebaliknya.

Tingkat penjualan pun tak berkurang. Saat berjualan di tempat lama dan di selter Katmi mampu mengantongi pendapatan Rp700.000 saat ramai pengunjung pada akhir pekan. “Pengelola mengatur arus pengunjung biar lewat selter. Ini bagus, sehingga dagangan yang dijual pedagang laku,” kata Katmi.

Pedagang minuman, Dani, mengatakan dari sisi tempat, berjualan di selter lebih nyaman karena dirinya terlindungi dari hujan dan panas. Namun, dari sisi pendapatan perempuan itu mengaku jauh berkurang setelah menempati selter.

Saat berjualan di tempat lama dekat waduk dia mengaku dapat mengantongi pendapatan Rp500.000 hingga Rp700.000 pada akhir pekan. Saat sepi pengunjung selain akhir pekan, Dani tetap berjualan dan selalu mendapat pemasukan. Tempat usahanya banyak pembeli karena Dani menempati lokasi dekat tempat beristirahat pengunjung.

“Sekarang [berjualan di selter] pada akhir pekan pun hanya dapat Rp150.000. Saat hari normal malah enggak laku, jadi saya jualannya hanya Sabtu dan Minggu. Sebelumnya setiap hari jualan. Mungkin karena masih transisi. Semoga ke depan bisa ramai pembeli,” ucap Dani.

Salah satu pengunjung, Anjar, mengatakan Wisata WGM Wonogiri sekarang ini sudah jauh lebih rapi. Sebelumnya tak rapi karena pedagang ada di mana-mana. Warga Ngadirojo itu mengaku pangling melihat perwajahan Wisata WGM. Terakhir ke tempat wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri itu pedagang belum ditata.