Dishub Solo Bakal Pasang Alat Penghitung Kendaraan Otomatis

Arus lalu lintas di Jl. dr. Moewardi setelah flyover Manahan Solo, Rabu (19/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
30 Januari 2019 12:10 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo tahun ini berencana memasang alat hitung kendaraan yang masuk dan keluar Kota Solo secara otomatis. Saat ini penghitungan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar kurang akurat karena menggunakan alat konvensional yang berdampak pada penyesuaian manajemen rekayasa lalu lintas Kota Solo.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, saat ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatannya, Selasa (29/1/2019) mengatakan rencana pemasangan alat hitung kendaraan secara otomatis akan dipasang di seluruh akses masuk Kota Solo atau di setiap perbatasan Kota Solo.

“Alat hitung itu atau traffic counting lebih akurat daripada manual yang sering kurang tepat dalam perhitungan. Pemasangan akan fokus pada daerah akses masuk Kota Solo seperti Kleco dan Jl. Ir. Sutami,” ujarnya.

Ia menambahkan apabila alat tersebut terpasang maka penghitungan kendaraan yang masuk akan menjadi pertimbangan rekayasa lalu lintas. Misalnya, alat telah terpasang di Kleco dan jumlah kendaraan yang masuk melebihi batas normal maka Simpang Farokah akan ditutup dan manajemen rekayasa lalu lintas lainnya akan menyesuaikan.

Menurutnya, saat ini ia tengah melakukan uji coba alat hitung kendaraan otomatis di Jl. Adi Sucipto untuk memantau pergerakan kendaraan dari arah Tugu Makutho maupun Kerten. Hasilnya, 95 persen alat itu akurat dikarenakan dapat mengidentifikasi perbedaan kendaraan yang melintas. Misalnya, sepeda atau becak yang berjalan di samping mobil akan tetap terklasifikasi dengan detail.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan saat ini penempatan peralatan tengah dalam kajian oleh timnya dan menunggu proses pengadaan alat tersebut selesai dilakukan. Traffic counting itu sebagai alat pendukung untuk menghitung tingkat kemacetan di berbagai kawasan terutama pada waktu tertentu seperti mudik dan liburan. Dengan alat itu, petugas dapat memberikan informasi kepada masyarakat dengan cepat terkait potensi kemacetan.

Ia menambahkan petugas yang menghitung dengan alat konvensional di pos pantau sering kali kewalahan ketika menghitung kendaraan yang melintas secara bersamaan. Akibatnya, penghitungan pergerakan kendaraan menjadi tidak akurat.