Waspada Banjir, Sukoharjo Minta Bantuan 16 Pompa Air

Jalan perkampungan yang terendam air luapan anak Kali Langsur di Kampung Paingan, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Jumat (18/1/2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
30 Januari 2019 13:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengajukan permohonan bantuan pengadaan 16 pompa air untuk mengatasi persoalan banjir di Kabupaten Makmur.

Bantuan tersebut diajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan Sukoharjo hanya punya empat unit dari total kebutuhan 16 unit pompa air.

Empat mesin pompa air tersebut hanya mampu menjangkau wilayah Kecamatan Grogol. Padahal potensi bencana banjir tidak hanya di Kecamatan Grogol. Beberapa kecamatan lain seperti Mojolaban juga rawan banjir.

Mojolaban menjadi langganan banjir tahunan akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. “Ada empat pompa air di Sukoharjo. Empat itu, dua khusus di wilayah Grogol dan dua pompa lainnya digunakan tidak hanya Sukoharjo, namun juga Kota Solo,” katanya, Selasa (29/1/2019).

Dia mengatakan permohonan bantuan pengadaan 16 pompa air sudah diajukan ke BBWSBS. Sebanyak 16 pompa air tersebut perinciannya untuk empat lokasi di Grogol, dua lokasi di Polokarto, dan 10 unit untuk Mojolaban.

Pengadaan pompa air dinilai mendesak direalisasikan guna penanganan banjir di Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan fungsinya, mesin pompa ini akan bekerja memompa air yang menggenang di permukiman warga kemudian dibuang ke aliran sungai.

Targetnya agar genangan air cepat suruh. Hal ini dinilai sangat efektif untuk meminimalkan kerugian.

“Kami hanya menunggu kucuran bantuan pompa air dari BBWSBS. Dari informasi yang kami terima, BBWSBS masih terfokus pada proyek multiyears pengerjaan embung dan bendung. Kalau sudah selesai baru menganggarkan pompa air,” kata dia.

Sebagai solusi sementara, penanganan penanggulangan banjir dilakukan dengan mengevakuasi warga di lokasi-lokasi aman. Kemudian membangun dapur umum serta penyediaan logistik dan obat-obatan.

Karena itu BPBD Sukoharjo berharap BBWSBS bisa segera merealisasikan kucuran bantuan mesin pompa air untuk Kabupaten Sukoharjo.

Camat Mojolaban Iwan Setiyono mengatakan saat ini warga di daerah Laban terpaksa swadaya membangun rumah dan pompa air. Keberadaan pompa air ini mampu mengurangi dampak bencana banjir yang selalu melanda wilayah tersebut saat memasuki musim penghujan.

”Meski belum maksimal, setidaknya banjir bisa dikurangi dampaknya. Misalnya biasa banjir sampai setinggi satu meter, dengan adanya mesin pompa itu berkurang hanya setinggi 10 sentimeter,” katanya.

Dia menilai kebutuhan pompa air sangat mendesak untuk penanganan banjir di wilayahnya. Dia memetakan ada ratusan hunian yang berpotensi banjir sata musim penghujan.

Hunian tersebut berada di bantaran Sungai Bengawan Solo maupun aliran anak sungai yang menjadi langganan banjir. Beberapa wilayah langganan banjir ini adalah Tegalmade, Plumbon, Gadingan, Palur, dan Laban.

“Gadingan dan Laban menjadi daerah paling rawan banjir karena masih banyak hunian di bantaran Sungai Bengawan Solo. Jumlah huniannya ada ratusan,” katanya.