Pemuda Watubonang Sukoharjo Meregang Nyawa Setelah Minum Ciu

Ratusan botol miras berbagai jenis dari lokal hingga oplosan diamankan Satpol PP Sukoharjo, Rabu (30/1/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
30 Januari 2019 15:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seorang pemuda asal Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Dadang Ramadhon, meregang nyawa diduga setelah menenggak minuman keras (miras) jenis ciu. Kejadian itu diawali pesta miras di pinggir sungai.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (30/1/2019), Dadang membawa satu botol berisi ciu ke rumah temannya bernama Andriyanto, warga Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, pada Selasa (29/1/2019) pukul 16.30 WIB.

Lantaran orang tua Andriyanto ada di rumah, mereka lantas menuju pinggir sungai untuk minum miras tersebut. Kala itu, Dadang tertidur setelah menenggak ciu di pinggir sungai.

Kemudian Andriyanto menghubungi temannya, Agus Hari Pamungkas, warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, agar datang ke lokasi. Mereka menenggak ciu hingga habis.

Saat itu, Agus hendak mengantar pulang Dadang ke rumahnya. Dia memboncengkan Dadang menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan, Dadang sempat terjatuh dari sepeda motor di jalan perdesaan saat hendak diantar pulang ke rumah. Agus lantas membawa Dadang ke Puskesmas Weru untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dadang menderita luka ringan di kaki dan hidung. Hanya rawat jalan karena kondisi lukanya tak begitu parah. Agus kemudian mengantar Dadang menuju rumah,” kata Kapolsek Tawangsari, AKP Agus Suharsoyo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Dalam perjalanan, Dadang sempat menolak diantar pulang ke rumah. Agus dan Andriyanto lantas membawa Dadang ke rumah Aan Hermawan pada dini hari. Dadang menginap di rumah Aan. Dia tidur di tikar bersama Aan di kamarnya.

Beberapa jam kemudian, Aan hendak membangunkan Dadang yang tidur di tikar. Saat itu, tubuh Dadang sudah terbujur kaku di tikar.

“Saat dibangunkan berulang kali, tubuh Dadang hanya diam dan kaku. Lantaran panik, Aan lantas menuju rumah Dadang untuk memberi kabar orang tuanya,” tutur dia.

Sementara itu, Kasatreksrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Contantien Baba, menyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Dadang. Rifeld menyebut dugaan awal penyebab kematian Dadang lantaran miras jenis ciu yang diminum bersama temannya.

Jenazah Dadang langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. “Tidak ada autopsi mungkin keluarganya keberatan. [Jenazah] langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata dia.