Hujan Abu Tipis Guyur Kampung Teratas Sidorejo Klaten, Warga Ronda

Warga Dukuh Petung Lor, Des Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, ronda pada Selasa (29/1 - 2019) malam. (Istimewa)
30 Januari 2019 11:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Hujan abu tipis mengguyur sebagian wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, setelah terjadi guguran lava pijar di puncak Gunung Merapi, Selasa (29/1/2019) malam. Warga dipastikan tetap tenang.

Salah satu warga, Kuri, mengatakan hujan abu tipis terjadi di Dukuh Petung Lor, salah satu perkampungan teratas di Sidorejo. Durasi hujan berlangsung selama tiga hingga lima menit.

"Hujan abu tipis sekitar pukul 21.45 WIB. Hanya rintik saja dan terlihat ketika diperhatikan saksama. Informasinya di Mriyan, Musuk, Boyolali, juga sama," kata Kuri saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Kuri memastikan tak ada kepanikan dan warga masih biasa saja. "Warga tidak ada yang panik, normal saja. Justru jadi wisata malam. Yang muda-muda tetap ronda seperti biasa," jelas Kuri.

Ia menjelaskan hujan abu yang mengguyur Dukuh Petung Lor dampak dari guguran lava sekitar pukul 21.00 WIB. Sementara hujan abu yang terjadi di Dukuh Mriyan, Musuk, Boyolali, dampak guguran lava pukul 20.17 WIB.

Warga lainnya, Jenarto, mengatakan hujan abu hanya terjadi di perkampungan teratas desa setempat. "Itu pun sangat tipis. Hujan abu tidak sampai ke wilayah bawah seperti di dekat kantor desa," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Twitter BPPTKG, guguran lava pijar teramati di Gunung Merapi dari kamera CCTV pukul 20.17 WIB dengan arah luncuran ke hulu Kali Gendol.

Jarak luncur 1.400 meter dengan durasi 141 detik. Guguran lava pijar teramati pukul 20.56 WIB dan 21.41 WIB dengan jarak luncur 1.300 meter dan 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol dengan durasi 135 detik dan 111 detik. Level aktivitas Merapi masih waspada.