Wisata Solo Masih Diminati Turis Asing, Ini Buktinya

Penari mementaskan Tari Bedhaya Anglir Mendung saat Pengetan Wiyosan Jumenengan Dalem KGPAA Mangkunagoro IX di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (29/9 - 2017). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
31 Januari 2019 07:05 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kota Solo masih menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara (wisman) untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng). Hal itu terbukti hingga Desember 2018, salah satu destinasi wisata di Solo yakni Pura Mangkunegaran masih mencatatkan adanya 500 wisman yang berkunjung.

Joko Pramudyo, selaku abdi dalem bidang pariwisata di Pura Mangkunegaran, mengatakan pada triwulan terakhir 2018, Pura Mangkunegaran dikunjungi sekitar 11.063 wisatawan. Jumlah tersebut terdiri dari 9.262 wisatawan domestik dan 1.801 wisman.

"Untuk Oktober, domestik ada 2.926 orang dan wisman 641 orang. November, untuk domestik ada 1.559 orang dan wisman ada 648 orang. Sedangkan Desember untuk domestik ada 4.777 orang dan wisman ada 512 orang," kata dia kepada solopos.com, Selasa (29/1/2019).

Dia mengatakan selama ini Mangkunegaran terbantu dengan paket-paket wisata yang dijual dari kota lain. Jogja merupakan salah satu kota yang menopang destinasi Solo terkait kunjungan dari luar negeri. Menurutnya wisman banyak yang datang ke Mangkunegaran karena dibawa oleh travel agent.

"Kebanyakan yang menjual paket wisata tersebut adalah dari Jogja. Rata-rata Mangkunegaran menjadi tujuan pertama atau kedua setelah Prambanan. Setelah dari Mangkunegaran rombongan mungkin ke [Pasar] Triwindu, lalu ke Candi Sukuh atau Ceto di Karanganyar, kemudian ke Gunung Bromo dan ke Bali," kata dia.

Dia memperkirakan banyaknya wisatawan mancanegara yang datang dari daerah lain adalah karena terkait fasilitas penerbangan internasional. Untuk kunjungan wisman dari Eropa biasanya terjadi pada Juni-Oktober. Sedangkan November-Desember biasanya dari negara-negara Asia.

Beberapa wisman juga sering datang di lokasi lain seperti Keraton Solo. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak kunjungan wisman di Pura Mangkunegaran.

Menurut keterangan dari petugas loket di Museum Keraton Solo, jumlah wisman tidak pasti. Dalam sehari pun belum tentu ada. Disebutkan dalam satu bulan rata-rata ada sekitar 20-30 wisman. Namun untuk Juli-Agustus, jumlahnya bisa meningkat hingga 50 wisman. Pengunjung Keraton saat ini masih didominasi wisatawan domestik.

Sementara itu Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Pri Siswanto, menyebutkan ada dua faktor utama yang bisa mendorong kunjungan wisman. Selain kekuatan destinasi wisata, kemudahan akses juga menjadi pertimbangan.

"Kami bicara paket wisata, kalau kaitannya dengan wisman, pertama adalah akses. Akses ke Solo belum ada penerbangan langsung," kata dia, Selasa.

Kalau belum ada akses langsung biasanya akan menggunakan bandara terdekat. Untuk Solo, bandara terdekat ada di Semarang dan ada di Jogja.

"Artinya untuk promosi harus melibatkan dua daerah itu. Meskipun ada beberapa tamu yang langsung dari luar negeri. Bisa dari Jakarta dulu atau dari Bali. Kami manfaatkan network yang ada domestic flight dari Solo," kata dia.

Menurut Pri, jika di Solo ada penerbangan langsung ke luar negeri akan memberi kemudahan dalam menjual kawasan.

"Tapi kalaupun tidak ada, ya bukan berarti tidak dijual. Bisa digunakan opsi dengan memanfaatkn daerah lain," kata dia.

Terkait kekuatan destinasi, Solo memiliki potensi sebagai wilayah untuk dikunjungi wisatawan, termasuk wisman. Meskipun dari karakteristik destinasinya hampir sama dengan Jogja yang menonjolkan unsur budaya.

"Secara umum kekuatan destinasi berkorelasi langsung dengan poromosi. Kalau menarik, orang baru tertarik untuk melihat. Sementara Solo karakternya hampir sama dengan Jogja. Mau tidak mau menjadi satu kesatuan," kata dia.

Untuk bisa lebih menarik, harus ada destinasi yang membedakan. Destinasi Sangiran, kebun teh dan Sepur Klutuk Jaladara merupakan beberapa destinasi yang membedakan Soloraya dengan Jogja. Keraton Solo sebenarnya juga memiliki nilai yang kuat meski di Jogja juga ada keraton.