Hati-Hati Lewat Simpang Tugu Bekonang Sukoharjo, Rawan Laka dan Macet

Kondisi lalu lintas di kawasan Simpang Tiga Tugu Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (31/1/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
31 Januari 2019 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Simpang Tiga Tugu Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, menjadi jalur tengkorak rawan kecelakaan dan macet. Kecelakaan kerap terjadi akibat tidak adanya traffic light atau lampu bangjo yang mengatur arus kendaraan lokasi itu.

Penumpukan hingga menyebabkan kepadatan arus lalu lintas juga terjadi karena pertemuan kendaraan dari arah barat (Solo), utara (Palur), maupun timur (Bekonang). Sebagai solusi sementara mengurai kepadatan lalu lintas, sukarelawan pengatur lalu lintas ditempatkan di lokasi tersebut.

Tukang tambal ban di Tugu Bekonang Hartoyo, 41, mengatakan kepadatan lalu lintas terjadi terutama pada saat jam-jam sibuk, yakni berangkat dan pulang sekolah atau kerja.

"Jadi sering sekali macet. Kendaraan dari arah Solo mau ke Sukoharjo maupun ke Palur ketemu kendaraan dari Bekonang yang mau ke Solo dan Palur, serta kendaraan dari arah Palur yang mau ke Solo ataupun ke Sukoharjo," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (31/1/2019).

Dia mengatakan pertemuan kendaraan di Tugu Bekonang juga kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Dia mengaku sering menolong korban kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut. "Beberapa kendaraan ada yang tabrakan. Jadi butuh kehati-hatian saat melintas di situ," katanya.

Dia menilai pentingnya alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau traffic light di lokasi tersebut. Harapannya tingkat kemacetan akibat penumpukan kendaraan maupun kecelakaan bisa lebih ditekan lagi.

Solusi sementara untuk mengurai kepadatan dan mengantisipasi kecelakaan lalu lintas ditempatkan petugas sukarelawan yang mengatur di sana. Namun hal ini belum mengatasi persoalan-persoalan lalu lintas di kawasan tersebut. "Lumayan sudah tiga bulan ini ada yang mengatur lalu lintas," katanya.

Pendapat senada disampaikan warga lain, Watik, 52, yang mengaku waswas saat melintas di Tugu Bekonang. Hal ini lantaran kendaraan yang melintas rata-rata berkecepatan tinggi dan bertemu di Tugu sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. "Lebih baiknya memang dipasang lampu merah jadi ada yang mengatur lalu lintasnya," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan Pemkab terus menambah fasilitas perhubungan khususnya di tengah kota seperti traffic light, kamera CCTV, halte, dan rambu lainnya. Penambahan dilakukan untuk mempermudah masyarakat sekaligus pengawasan petugas.

Fasilitas perhubungan ditambah secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran, seperti pembenahan halte bus dan penyeberangan jalan zona selamat sekolah di Jl. Jenderal Sudirman. Fasilitas disediakan untuk mempermudah bagi siswa sekolah dan masyarakat umum dalam mengakses jalan dan sarana transportasi umum.