Luwes Sragen Dibobol Maling, Brankas Raksasa Digasak

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Sragen membawa sejumlah barang bukti seusai melakukan olah kejadian perkara di Kantor Manajemen Toserba Luwes Sragen pascalaporan pencurian, Kamis (31/1 - 2019). (Solopos/Tri Rahayu)
31 Januari 2019 10:20 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Brankas berukuran tinggi 2 meter, lebar 80 sentimeter, dan panjang 80 sentimeter di Kantor Manajemen Toserba Luwes di Jl. Raya Sukowati Sragen Manggis, Sragen, dibobol pencuri, Rabu (30/1/2019) malam. Kerugian belum diketahui tetapi ada saksi yang melihat dua tumpuk uang yang tersisa di luar brankas setinggi 30 sentimeter.

Peristiwa pencuriaan itu baru diketahui sekitar Kamis (31/1/2019) pukul 04.00 WIB. Penjaga malam counter ponsel Gloria, Rosyid, diberitahu seorang pedagang hidangan istimewa kampung (HIK) di Taman Krido Anggo.

“Pedagang HIK itu bilang pintu Luwes terbuka saat mengambil air di toilet luar Toserba Luwes. Saya langsung mengecek dan ternyata benar, pintu basement terbuka. Saya langsung lapor ke Pos Lantas Sragen,” ujar Rosyid saat ditemui wartawan, Kamis pagi.

Laporan ke Pos Lantas itu diteruskan ke Polsek Sragen Kota. Sejumlah polisi dari Polsek Sragen Kota mengecek ke dalam Toserba Luwes bersama warga. Rosyid ikut masuk ke dalam bersama polisi.

“Saya hanya melihat dari luar tempat brankas. Brankasnya itu menghadap ke utara. Saat itu ada masih ada tumpukan uang yang diikat rapi di depan brankas dan di samping timur brankas. Jumlahnya berapa tidak tahu. Uangnya lembaran Rp100.000 dan Rp50.000 campur. Di dekat brankas itu ada lemari yang digembok dua tempat. Tetapi gembok di bagian atas rusak dan di bagian bawah masih utuh,” ujarnya.

Uang yang tersisa itu, kata dia, mungkin tidak bisa diambil pencuri karena tas tempat uangnya sudah penuh. Rosyid mengatakan pencuri keluar kemungkinan lewat pintu basement itu karena ada tiga engsel yang dilepas. Dia menduga pencuri sudah menginap dulu di dalam Toserba Luwes karena pintu lantai atas juga terbuka. Selebihnya, Rosyid tidak mengetahui.

Tim Identifikasi Polres Sragen yang dipimpin Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno bersama Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi melakukan olah kejadian perkara di dalam Toserba Luwes. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan sempat datang menyaksikan olah TKP. Selama proses olah TKP, akses masuk ke Toserba Luwes dipasang garis polisi atau police line.

“Siapa pun selain petugas tidak boleh masuk. Itu perintah Pak Kapolres,” ujar Ipda Sukina, perwira Satuan Sabhara Polres Sragen yang berjaga di luar garis polisi selama proses olah TKP.