Brankas Luwes Sragen Dibobol, Maling Diperkirakan Bawa Lari Miliaran Rupiah

Brankas Toserba Luwes Sragen yang dibobol maling, Kamis (31/1/2019) dini hari. (Istimewa - Humas Polres Sragen)
31 Januari 2019 15:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kerugian akibat pembobolan brankas milik Toserba Luwes Sragen dalam kasus pencurian dengan pemberatan pada Kamis (31/1/2019) dini hari diduga mencapai miliaran rupiah. 

Pencuri tidak hanya mengambil uang di dalam brankas tetapi juga membawa sepeda motor Honda Revo inventaris Toserba Luwes Sragen untuk kabur.

Penjelasan itu disampaikan Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat ditemui wartawan, Kamis siang. Harno menjelaskan uang yang tersisa dan tidak dibawa kabur pencuri saja menumpuk setinggi 30 sentimeter (cm) dan nilainya ratusan juta rupiah.

“Pencuri ini mengetahui secara detail denah Toserba Luwes yang dikelola Mega Puspitasari, 36, warga Colomadu, Karanganyar, itu. Aksinya rapi, terencana, dan sudah memetakan tempat. Pencuri ini tidak kesulitan menemukan lokasi brankas. Pencuri mengambil uang dengan menggergaji brankas dengan gergaji besi,” ujarnya.

Brankas setinggi hampir 2 meter itu digergaji di bawah handel brankas merek Guardian yang berbentuk bintang segitiga tumpul seperti simbol mercy. Lubang yang digergaji berbentuk segi empat dengan ukuran 15 cm x 15 cm. 

“Lubang itu cukup untuk memasukkan tangan dan mengotak-atik kunci brankas dari dalam. Pencuri kemudian keluar lewat pintu parkir di basement gedung dan kabur menggunakan sepeda motor Honda Revo. Pintu basement itu hanya bisa dibuka dari dalam,” jelasnya.

Harno memeriksa 16 orang saksi secara intensif sejak Kamis pagi. Para saksi di antaranya Manager Toserba Luwes Sragen Mega Puspitasari, petugas satpam, penjaga malam, penjaga gudang, dan karyawan terkait lainnya. 

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ternyata penjaga malamnya tertidur. Harno juga memeriksa kamera closed circuit television (CCTV) di semua sudut. 

“Sayangnya kamera CCTV itu terkoneksi ke jaringan lampu. Kalau lampu padam maka kamera ikut padam. Itu menjadi kelemahannya,” ujar dia.

Harno menyampaikan uang yang diambil pencuri itu campuran mulai dari pecahan Rp100, Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, hingga Rp100.000. Uang-uang itu merupakan hasil dari transaksi jual beli dari Toserba Luwes Sragen.