Hendak Buang Hajat, Anak Sragen Temukan Kakeknya Gantung Diri

Tim gabungan polisi dan Puskesmas Gondang memeriksa kondisi jenazah Kromo Pawiro yang bunuh diri di Dukuh/Desa Kaliwedi RT 005, Gondang, Sragen, Kamis (31/1 - 2019). (Istimewa)
31 Januari 2019 18:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kakek-kakek asal Dukuh/Desa Kaliwedi RT 005, Kecamatan Gondang, Sragen, Kromo Pawiro, 78, ditemukan tak bernyawa diduga karena gantung diri, Kamis (31/1/2019).

Jenazah pria lansia itu ditemukan dalam kondisi leher tergantung tali senar warna hijau yang diikatkan pada batang kayu jati di belakang rumahnya. Jenazah dievakuasi tim Identifikasi Polres Sragen bersama tim Polsek Gondang untuk pemeriksaan dan diserahkan kepada keluarganya.

Kapolsek Gondang AKP Kabar Bandiyanto mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada Solopos.com, Kamis siang, menjelaskan peristiwa itu berawal pada pukul 05.30 WIB.

Marsi, 40, anak Kromo Prawiro, mengetuk rumah ayahnya untuk menawarkan teh hangat. Setelah diketuk-ketuk beberapa kali tidak ada jawaban. Marsi pun pulang karena rumahnya dekat.

Beberapa saat kemudian, anak laki-laki Marsi, Diva Nugroho, 12, hendak buang hajat ke rumah kakeknya. Pelajar itu ke rumah kakeknya lewat kebun belakang.

Saat berjalan di belakang rumah kakeknya itu lah, anak itu tidak sengaja mendapati kakeknya tergantung di pohon jati. Anak itu kembali pulang memberi tahu ibunya. "Marsi meminta bantuan warga dan kemudian melapor ke Polsek Gondang,” ujarnya.

Kabar segera berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sragen dan Puskesmas Gondang untuk mengevakuasi Kromo Prawiro. Kabar mengamankan lokasi kejadian dengan garis polisi.

Jenazah Kromo diturunkan dan dibawa ke dalam rumah. Tim Polres dan Puskesmas Gondang bersama Polsek Gondang memeriksa kondisi jasad Kromo.

“Dari hasil pemeriksaan, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal dunia murni karena bunuh diri. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” katanya.