Karanganyar Digelontor Rp160 Miliar Dana Desa, Untuk Apa Saja?

ilustrasi dana desa. (Solopos/Dok)
31 Januari 2019 13:20 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemerintah pusat menggelontorkan dana desa senilai Rp160 miliar ke 162 desa di Karanganyar pada 2019. Jumlah dana desa tersebut jauh lebih besar dibandingkan 2018, yakni senilai Rp138,8 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Utomo Sidi, saat ditemui wartawan di kompleks rumah dinas (rumdin) bupati Karanganyar, Senin (28/1/2019). Sesuai rencana, dana desa itu mulai dicairkan ke masing-masing desa di Bumi Intanpari, Februari mendatang.

“Jumlah dana desa di Karanganyar mengalami penambahan Rp22 miliar. Penambahan ini disebabkan berbagai hal, seperti afirmasi desa, dukungan terhadap desa tertinggal, dan lain sebagainya,” katanya.

Utomo Sidi mengatakan dana desa digunakan menunjang pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat di masing-masing desa. Persentasenya, yakni sebanyak 70 persen di pembangunan fisik dan 30 persen untuk pemberdayaan masyarakat.

“Tahun ini, kami mengurusi dana desa dan alokasi dana desa (ADD). Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana ADD ditangani di bagian pemerintah desa Setda Karanganyar,” katanya.

Disinggung tentang penggunaan dana desa sepanjang 2018, Utomo Sidi, mengatakan penggunaan dana desa di Karanganyar dinilai tepat sasaran. Hal itu dibuktikan, Dispermasdes Karanganyar tidak pernah menerima laporan tentang penyimpangan penggunaan dana. “Selama ini, kami menilai penggunaan dana desa di Karanganyar sudah baik. Tak ada persoalan. Semoga ke depan lebih baik lagi,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, setiap desa di Karanganyar memperoleh suntikan dana dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi (pemprov) Jateng setiap tahun. Pada 2018, sebanyak 162 desa memperoleh dana desa senilai Rp138 miliar, alokasi dana desa (ADD) senilai Rp103 miliar, bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jateng senilai Rp21,2 miliar, bantuan sarana dan prasarana (sarpras) senilai Rp12,3 miliar, dan bantuan desa berdikari senilai Rp50 juta.

“Refleksi hasil pendampingan sinkronisasi pencapaian visi dan misi Kabupaten Karanganyar 2018-2023, yakni mendorong desa dalam menyusun skala prioritas kegiatan yang dibiayai dana desa bernilai investasi,” kata Koordinator Forum Pendamping Desa Karanganyar, Puji Harjono.