3 Bulan Dikerjakan, Jembatan Jokowi di Gondangrejo Karanganyar Rampung 90%

Pekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan Jokowi di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (30/1/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
31 Januari 2019 15:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- PT Putra Mas Indah Baroe mengklaim pelaksanaan proyek Jembatan Jokowi yang menghubungkan Dukuh Karangwuni, Kelurahan Kragan, Gondangrejo, dengan Dukuh Sapen, Kelurahan Kebak, Kebakkramat, Karanganyar, sudah rampung 90% hingga Rabu (30/1/2019).

Supervisor PT Putra Mas Indah Baroe selaku pelaksana proyek tersebut, Kodri, menjelaskan Jembatan Jokowi sudah jadi 90%. Para pekerja sedang fokus menyelesaikan trotoar, talut, dan pembentukan badan jalan.

Tampak warga mengendarai motor melewati jembatan sepanjang 100 meter ini. Truk dan mobil proyek juga sudah bisa melewati jembatan tersebut.

“Proses pengerjaan sudah sesuai rencana, akhir Februari jembatan bisa diresmikan. Sejak akhir November 2018 jembatan sudah bisa dilewati, tapi tidak boleh untuk umum karena ini area proyek. Kami sudah bikin portal, tapi ada warga setempat yang nekat” ujar Kodri kepada Solopos.com di lokasi proyek.

Ia menambahkan awal pelaksanaan proyek sempat ada kendala, lahan yang sudah dibebaskan ditanami padi oleh warga hingga tiga kali panen. Dia harus berkoordinasi dengan Pemkab dan Kepala Dukuh setempat sebelum proses pembuatan jalan.

Walaupun sempat ada kendala, ia mengklaim proses pembuatan jalan selesai sampai akhir Januari. Apabila tidak hujan, proses pengaspalan bisa dilanjutkan pada awal Februari. Jroses pengaspalan jalan sepanjang 500 meter ini bisa diselesaikan selama enam hari.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, warga sekitar proyek antusias menyambut peresmian Jembatan Jokowi. Mereka memantau proses pelaksanaan proyek tersebut dari selatan Madrasah Ibtidaiah (MI) Negeri Kragen dan di ujung badan jalan proyek, tepatnya di pertigaan Sapen.

Wakil Kepala Sekolah MI Negeri Kragen, Bambang Sarjono, mengatakan sebelum ada jembatan, warga biasa menyeberangi sungai menggunakan getek. Pada musim penghujan, arus Sungai Bengawan Solo deras.

Bahkan, pada 2008 air sungai meluap hingga ke halaman sekolah. Hal tersebut  menyebabkan anak-anak dari Kecamatan Kebakkramat tidak tertarik sekolah di MI Negeri Kragen.

Dengan dibangunnya fasilitas umum ini, ia berharap banyak siswa yang mendaftar di sekolahnya karena akses jalan sudah baik.