Sampah Kurangi Keindahan Wisata Lampion Pasar Gede Solo

Lampion Imlek di jembatan Kali Pepe sebelah barat Pasar Gede Solo, Minggu (27/1 - 2019) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)
01 Februari 2019 11:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Ribuan lampion yang menghiasi kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, menjadi daya tarik bagi masyarakat. Total ada 5.000 lampion yang terpasang di kawasan Pasar Gede. Setiap harinya, masyarakat memadati kawasan Tugu Jam Pasar Gede untuk melihat dan berfoto dengan latar belakang lampion.

Kawasan Pasar Gede berubah menjadi lautan manusia setiap malam. Tak hanya berfoto dengan latar lampion, ada pedagang yang menjajakkan aneka dagangan, mulai dari makanan hingga pernak-pernik. Setelah selesai menikmati keindahan lampion warna-warni, pengunjung biasanya membeli aneka jajanan yang dijual pedagang.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Buktinya, setelah lampion dimatikan, kawasan Pasar Gede berubah menjadi lautan sampah. Aneka plastik bekas pembungkus makanan berserakan di sepanjang jalan menuju Tugu Jam Pasar Gede.

Penampakan Pasar Gede yang dipenuhi sampah terekam dalam video viral milik akun @shintabellaaf. Video tersebut viral setelah dibagikan ulang akun @iks_infokaresidenansolo, Rabu (30/1/2019). Video itu memperlihatkan kawasan Pasar Gede yang sangat kotor.

Sepanjang jalan di depan Pasar Gede sampai ke arah Tugu Jam dihiasi sampah plastik yang berserakan. Pemandangan tak sedap itu tentu saja membuat warganet prihatin. "Buanglah sampah pada tempatnya," tulis @iks_infokaresidenansolo.

Sejumlah warganet menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Pemandangan seperti itu memang kerap kali terlihat diwilayah Pasar Gede setiap kali Imlek tiba. "Sediakan sampah yang banyak. Terutama tengah jalan," saran @monitasilviaaa.

"Nah kan sudah kuduga. Soalnya kemarin malam sekitar jam 20.00 WIB saya lewat Pasar Gede kok semrawut gitu. Pejalan kaki malah selfie di tengah jalan. Pinggir jalan juga tukang jajanan sudah berbaris. Aparat yang siaga cuma memantau di depan Balai Kota. Intinya, kesadaran masyarakat menikmati lampion masih sangat kurang. Masih mengganggu hak pengguna jalan lain dan masih buang sampah sembarangan," imbuh @ekabagus11.

"Kebiasaan itu. Saya rasa disiplin dimulai dari diri sendiri. Semisal memang enggak lihat tempat sampah, itu sampah dibawa pulang ke rumah. Jangan malah dibuang di rumah," sambung @mia_jhum.

"Ingat pas tahun kemarin ke sana kita nyari tempat sampah sampai muter2 enggak ketemu. Terus sama tukang parkirnya malah nyuruh buang di dekat parkiran. Akhirnya sampahnya kita bawa pulang. Pengin patuh enggak buang sampah sembarangan, tapi enggak terfasilitasi," imbuh @est.rini.