Solo Targetkan Pendapatan Daerah dari Pasar Tradisional Rp29 Miliar

Pasar Klewer, Solo. (Solopos/Dok)
01 Februari 2019 04:40 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional di Kota Solo pada 2019 dipatok cukup tinggi sekitar Rp29 miliar. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun 2018 yang hanya Rp21 miliar. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, saat diwawancara wartawan, Kamis (31/1/2019).

“Tahun lalu realisasi kami Rp21 miliar dari target Rp23,4 miliar. Tapi tahun ini target kami dinaikkan menjadi Rp29,3 miliar. Kami akan optimalkan potensi pendapatan dari Pasar Jebres dan Pasar Klewer timur,” tutur dia.

Subagiyo menjelaskan sejak tahun lalu Pasar Jebres di dekat Stasiun Jebres direvitalisasi dengan anggaran Rp18,55 miliar. Revitalisasi tersebut akan dilanjutkan tahun ini dengan menyedot total anggaran mencapai Rp22 miliar.

Bila tidak ada kendala, penempatan kembali para pedagang akan dilakukan April 2019. Optimalisasi pendapatan juga akan diambil dari Pasar klewer Timur yang pembangunannya ditargetkan dimulai dan selesai tahun ini.

“Pak Wali kota memprediksi ada potensi pendapatan yang bisa dioptimalkan dari Pasar Jebres dan Pasar Klewer Timur. Ada penambahan pendapatan dari dua pasar itu. Kami berupaya optimalisasi potensi pendapatan,” ujar dia.

Subagiyo menjelaskan jumlah pasar tradisional di Kota Bengawan tercatat 44 pasar. Dari jumlah itu sebanyak 32 pasar sudah direvitalisasi. Revitalisasi akan dilanjutkan secara bertahap menyesuaikan anggaran setiap tahunnya.

Namun Subagiyo menyatakan hanya mampu mengawal program revitalisasi pasar tradisional Solo hingga triwulan II tahun 2019. Pasalnya dia akan memasuki masa pensiun di awal Juni 2019. “Saya pensiun tahun ini,” aku dia.

Subagiyo berharap penggantinya nanti bisa melanjutkan dan menuntaskan program revitalisasi pasar tradisional. Sebab esensi revitalisasi pasar menurut dia adalah menyediakan tempat berjualan yang nyaman bagi warga.

Dengan begitu pasar tradisional akan tetap eksis di tengah kemajuan zaman sekarang. “Harapan saya ingin semua pasar tradisional tertata rapi dan ramai pembeli. Interaksi penjual dan pembeli bisa nyaman,” imbuh dia.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto berpesan agar pejabat pengganti Subagiyo kelak bisa melanjutkan program-program yang telah disusun pendahulunya. Apalagi bila program tersebut cukup baik.

“Jangan karena ganti pimpinan terus merombak habis-habisan program utamanya pembangunan pasar. Wajib hukumnya bersinerji dengan jajaran dan melanjutkan program yang selama ini dinilai sudah cukup baik,” pesan dia.