KPU Solo Pastikan Logistik Pemilu Aman dari Air dan Sabotase

Ilustrasi kotak suara pemilu. (Antara/Irwansyah Putra)
01 Februari 2019 03:40 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo mengklaim logistik penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) serentak tahun 2019 yang disimpan di kantor KPU di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, aman dari banjir dan sabotase.

Penjelasan itu disampaikan Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Solo, Suryo Baruno saat diwawancara Solopos.com, Kamis (31/1/2019). Dia menjelaskan beberapa logistik pemiu sudah diterima KPU Solo sejak 2018.

“Logistik yang diadakan oleh KPU Solo sudah semua kami terima tahun lalu. Saat ini sedang tahap pengesetan. Sampul sudah, kotak suara dirakit awal Februari, bilik sudah punya. Semua kami simpan di Kantor KPU,” tutur dia.

Ihwal kotak suara menurut Suryo jumlahnya sekitar 8.660 kotak dengan rincian lima kotak per tempat pemungutan suara (TPS). Untuk menjaga logistik pemilu dalam kondisi baik, KPU bekerja sama dengan perusahaan pest control.

Tujuannya untuk mengatur penyimpanan logistik agar tetap dalam kondisi baik hingga pelaksanaan pemilu 17 April 2019. “Saat hujan deras kami langsung cek apakah ada atap yang bocor. Kalau banjir sih menurut kami aman,” urai dia.

Suryo menerangkan area Kantor KPU Solo relatif aman dari banjir sebab jauh dari sungai yang berpotensi meluap. Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya sabotase, sudah ada petugas keamanan internal KPU.

Mereka dibantu personel keamanan dari kepolisian menjaga Kantor KPU Solo 24 jam sehari. “Kami juga sudah pasang CCTV sebagai sarana tambahan pengamanan. Mudah-mudahan tidak ada masalah hingga hari H,” harap dia.

Suryo menambahkan saat ini logistik pemilu yang belum diterima KPU Solo yaitu berbagai jenis formulier dan surat suara. Di sisi lain KPU menandatangani MoU pengamanan tahapan pemilu 2019 dengan Polresta Solo, Selasa (29/1/2019).

MoU ditandatangani langsung Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo dan Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, di Mapolresta Solo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai dan jajaran KPU Solo.

“Poinnya komitmen Polri untuk mengamankan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan KPU terkait pelaksanan pemilu. Dalam menjalankan tugas KPU kan ada risiko yang ditanggung. Kami siap mengamankan,” ujar Andy Rifai.

Dia menjelaskan potensi gangguan yang bisa muncul dalam penyelenggaraan pemilu beraneka ragam seperti pengancaman kepada pribadi anggota KPU maupun secara kelembagaan. Bisa juga tindakan teror ke kantor KPU.

Potensi gangguan yang lain berupa intimidasi oleh kelompok tertentu. “Sampai saat ini Solo dan pelaksanaan setiap tahapan pemilu masih aman. Tapi bisa saja dalam perjalanan ke depan muncul gangguan di lapangan,” kata dia.

Dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 Polresta Solo mengerahkan segenap kekuatannya. Bila muncul gangguan keamanan yang sekiranya tidak bisa ditangani sendiri Polresta, Polda Jateng siap membantu personel.

Namun Andy berharap penyelenggaraan Pemilu 2019 berlangsung lancar dan tertib di setiap tahapannya. Walau diakui dia ada potensi terjadinya gesekan antar pendukung pasangan capres cawapres 2019 di lapangan.

Apalagi intensitas kegiatan politik di Kota Bengawan terbilang tinggi. “Sedari awal kami sudah minta masing-masing tim sukses berkomitmen bersama menjaga kondusivitas Solo. Beda pilihan boleh, tapi jangan bermusuhan,” urai dia.

Disinggung ada atau tidaknya skenario chaos di Solo oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, Andy menyatakan sejauh ini tidak ada. Menurut dia jajaran Polresta Solo berkomitmen menjaga iklim kondusif hingga pascapemilu.