UMKM Akan Diberi Ruang di JPO Depan RSUD dr. Moewardi Solo

Kondisi JPO di Jl. Kol. Sutarto, Jebres, Solo, yang pengerjaannya dihentikan Pusjatan, Jumat (6/4 - 2018) sore. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
01 Februari 2019 16:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jl. Kolonel Sutarto depan RSUD dr. Moewardi, Jebres, Solo, bakal dilengkapi ruang bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Saat ini perkembangan pengerjaannya sudah sampai pada pembangunan rangka atap dan pagar estetika. Kabid Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Joko Purnomo, mengatakan pembangunan JPO berkonsep ramah lingkungan itu ditargetkan rampung Mei mendatang.

Setelahnya, pengelolaan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Joko mengatakan konsep ramah lingkungan yang dimaksud adalah kelengkapan instalasi panel tenaga surya sebagai sumber kelistrikan.

Selain itu, pada sisi selatan dan utara jembatan bakal diisi dengan kebun vertikal. “Struktur ECO-JPO sudah dilaksanakan pada tahun lalu, penyelesaian tahun ini tinggal bagian arsitektural,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, belum lama ini.

Ihwal pembangunan kontruksi lift, Bagian Pelayanan Balai Lalu Lintas Kementerian PUPR, Hendri Hadisi, menyebut akan dimulai paling cepat Februari. Lelang dilakukan pada Januari.

Lift itu melengkapi fasilitas ramp yang sudah ada sehingga ramah bagi penyandang disabilitas, anak-anak, dan ibu hamil. Pemasangan lift berada di pintu masuk sisi selatan dan sisi utara jalur lambat Jl. Kolonel Soetarto.

Sedangkan untuk tangga reguler dari selatan dapat turun ke jalur lambar atau langsung menuju halaman RSUD dr. Moewardi. “Nah, untuk ruang UMKM itu kami menyediakan slot di JPO. Tapi soal berapa jumlahnya, teknisnya bagaimana akan ditangani Pemkot setelah diserahterimakan,” ucapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Joko Supriyanto, menyebut ruang bagi UMKM tersebut rencananya bakal digunakan empat pedagang.

“Ruang itu ke depan diserahkan ke Kelurahan dan Kecamatan Jebres, bukan Dinas Perdagangan [Disdag]. Seperti apa kegiatan ekonominya akan kami susun setelah serah terima JPO. Ruang itu terbuka, tidak ada sekat di antara ruang,” jelasnya.