Paving Taman Parkir Benteng Vastenburg Solo Rusak dan Ambles

Warga melintas di dekat paving yang ambles dan rusak di halaman parkir Benteng Vastenburg, Solo, Kamis (31/1/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
01 Februari 2019 17:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Paving di lahan parkir kawasan Benteng Vastenburg yang baru setahun terpasang kini sudah rusak. Di beberapa bagian terlihat paving ambles dan tergenang air.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis (31/1/2019), sebagian paving terlepas hingga tanah di baliknya terpapar. Setelah hujan, tanah itu menjadi berlumpur sehingga tampak tidak rapi.

Beberapa yang lain memunculkan gelombang tidak rata. Menurut salah seorang warga yang kesehariannya di taman parkir, Samijan, mengatakan kerusakan itu terjadi setahunan lalu. Tepatnya, sejak sebelum dibuka menjadi kantong parkir.

Ia menduga kerusakan disebabkan karena salah memilih material sebagai landasan atau dasar paving. “Tanah yang digunakan jenis ladu sehingga kurang kuat. Ditambah hujan yang terus turun, tanah itu menjadi gembur. Paving bisa lepas dengan mudah. Apalagi yang parkir di sini jamaknya bus pariwisata besar,” kata pria 62 tahun itu kepada Solopos.com, Kamis.

Warga lain, Supardi, 55, menyebut kerusakan paving membuat sopir bus dan penumpangnya kurang nyaman saat harus naik-turun di area parkir. Mereka harus hati-hati agar tidak menginjak lumpur.

“Pengelola parkir sudah berupaya menambal paving yang rusak, entah pakai berangkal atau cuilan aspal. Tapi saat hujan, tambalannya ikut tergenang air lalu terbawa arus,” ungkapnya.

Salah seorang petugas parkir di taman parkir Benteng Vastenburg, Agus Bluluk, 47, membenarkan hal tersebut. Kerusakan terjadi sebelum pelataran itu dibuka menjadi taman parkir.

Kerusakan kian menjadi setelah banyak kendaraan besar yang parkir. “Enggak hanya bus pariwisata, saat ada event di Jl. Jenderal Sudirman, truk pembawa logistik juga parkir di sini. Jadi, memang karena beban dan dasar tanah yang labil,” tuturnya.

Dia berharap pihak terkait segera membenahi paving tersebut agar pengunjung lebih nyaman. Kasi Parkir Umun dan Khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Henry Satya Negara, mengatakan paving pelataran itu menjadi kewenangan pengelola parkir dan pemilik lahan.

Sebagai informasi, kantong parkir off street (bukan di pinggir jalan) itu mampu menampung 500-an unit sepeda motor dan lebih dari 300 unit mobil. Lokasi tersebut menjadi kantong parkir utama saat event besar berlangsung di jantung Kota Solo itu.