Ada Proyek Tol Solo-Jogja, Flyover Kartasura Sukoharjo Kandas?

Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Kartasura padat lancar pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5, Minggu (10/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
01 Februari 2019 09:10 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pembangunan jembatan layang atau flyover di Bundaran Kartasura, Sukoharjo, kemungkinan tak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo, hingga beberapa tahun mendatang.

Wacana pembangunan jembatan layang di sekitar Bundaran Kartasura kembali mencuat pada awal 2019. Bahkan, Pemkab Sukohrjo melakukan kajian teknis secara mendalam sebagai bahan pertimbangan usulan yang dikirim ke pemerintah pusat. 

Kajian teknis itu erat hubungannya dengan kondisi arus lalu lintas dan tata ruang wilayah di sekitar Bundaran Kartasura. Sejatinya, wacana pembangunan flyover di Bundaran Kartasura mencuat pada beberapa tahun lalu. 

Flyover dinilai menjadi solusi mengatasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura yang makin semrawut. Dana yang dibutuhkan untuk membiayai pengerjaan pembangunan flyover cukup besar. Hanya pemerintah pusat yang mampu membiayai proyek tersebut.

Kini, Kementerian PUPR tengah fokus mengerjakan pembangunan jalan tol Solo-Jogja sepanjang  91,93 kilometer dengan nilai investasi ditaksir senilai Rp22,5 triliun. 

“Kami yang kali pertama mengusulkan pembangunan flyover di Bundaran Kartasura pada 2017. Usulan serupa pernah dilontarkan saat acara musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kabupaten oleh komunitas warga Kartasura,” kata Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah (Bapelbangda) Sukoharjo, Agus Purwantoro, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (31/1/2019).  

Pembangunan flyover butuh feasibility study (FS) atau kajian kelayakan secara matang. Kajian itu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sukoharjo. Setelah penyusunan FS rampung segera diusulkan ke pemerintah pusat.

Pemerintah pusat berwenang menyetujui atau tidak menyetujui usulan pembangunan flyover di Bundaran Kartasura. “Harapan saya juga secepatnya dibangun [jembatan layang di Bundaran Kartasura]. Namun, tahun ini pemerintah pusat fokus mengerjakan pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Mudah-mudahan, usulan pembangunan flyover tetap dipertimbangkan pemerintah pusat,” tutur Agus.

Selama ini, kemacetan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura kerap terjadi terutama saat Lebaran. Volume kendaraan bermotor meningkat tajam dibanding hari biasa. 

Bahkan, penumpukan kendaraan bermotor terjadi hingga lebih dari 500 meter saat beberapa hari menjelang Lebaran. Seorang warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Indra, mengatakan kondisi arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura makin parah saat pagi hari dan malam hari. 

Menurut Indra, pembangunan flyover cukup mendesak untuk mengatasi kesemrawutan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura.