Pembobol Brankas Luwes Sragen Diperkirakan Lebih Dari Satu Orang

Para karyawan pelayanan kasir Toserba Luwes Sragen bekerja seperti biasa melayani pelanggan, Jumat (1/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
01 Februari 2019 19:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen mengintensifkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berkaitan dengan keluar masuknya uang di Toserba Luwes Sragen, Jl. Raya Sukowati No. 386 Sragen Manggis, Sragen.

Hal tersebut dilakukan untuk mengendus pelaku pembobolan brankas di Toserba Luwes, Kamis (31/1/2019) dini hari lalu. Polisi mengatakan ada kemungkinan pelaku pencurian itu lebih dari satu orang.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat ditemui wartawan di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (1/2/2019), mengatakan sistem keamanan internal di Toserba Luwes Sragen lemah dan lengah sehingga kondisi tersebut dibaca pelaku untuk melancarkan aksi pencurian.

Sebelumnya, Kapolres menyebut total kerugian akibat aksi pembobolan brankas Toserba Luwes Sragen mencapai Rp1,2 miliar dari total uang di brankas senilai Rp1,5 miliar. Sementara uang yang tersisa dan tidak diambil pencuri Rp300 juta.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno menyebut pelaku memungkinkan lebih dari satu orang. Dia mengatakan tim reserse mobile terus bergerak untuk mencari jejak pelaku.

“Pelaku masih dalam proses penyelidikan Satreskrim. Kami masih mendalami orang-orang yang berhubungan dengan uang itu di internal manajemen Luwes. Kami mengimbau kalau ada penyimpanan uang di brankas seperti yang dilakukan Luwes segera infomasikan ke Polres Sragen,” tuturnya.

Kapolres melanjutkan jika ada laporan, Polres Sragen akan menyiapkan pengamanan melekat dan berkoordinasi dengan pengamanan internal. Terutama menghadapi awal bulan atau menjelang hari besar agama biasanya menyetok uang tunai dalam jumlah besar.

Kapolres untuk memberi pengamanan untuk memantau situasi. Dia menilai peristiwa pencurian di Toserba Luwes Sragen lalu menunjukan pengamanan internal mereka lemah dan lengah karena kebiasaan tidak pernah terjadi kasus pencurian.

Penjaga malam, kata dia, tidur di samping toko karena gerimis sehingga situasi itu dibaca pelaku untuk melakukan aksi pencurian itu.

Kapolres mengimbau warga tak menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah. Akan lebih aman jika disimpan di bank.

“Bila butuh pengawalan saat membawa uang ke bank silakan komunikasikan dengan kami. Kami siap mengawal dan tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Sementara itu, pantauan Solopos.com, Jumat sore, Toserba Luwes Sragen buka seperti biasa. Para karyawan bekerja seperti biasa yang terbagi dalam tiga sif. Para karyawan bertugas di lantai I dan lantai II.

“Kasir yang bertugas hari ini masih sama seperti biasa, delapan kasir dari total 10 kasir. Jadi kasus pencurian itu tidak mengganggu pelayanan pelanggan,” ujar salah satu petugas satpam Toserba Luwes Sragen, Medik, 25, saat ditemui Solopos.com, Jumat.

Transaksi pelanggan kebanyakan menggunakan cash and carry. Selain itu, kasir di Luwes juga melayani transaksi menggunakan mesin penggesek anjungan tunai mandiri (ATM) untuk Bank BRI, Mandiri, dan BNI.

“Kemarin ada enam karyawan yang sudah diperiksa, termasuk saya. Selain itu ada dua penjaga malam yang dimintai keterangan. Saat itu saya sudah lepas dinas, jadi tidak tahu ada pencurian,” ujar petugas satpam asal Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, tersebut.

Selain pengamanan internal, para warga di lingkungan Kampung Sragen Manggis RT 012/RW 004, Sragen Wetan, Sragen, juga menyiapkan satu orang yang bertugas keliling kampung untuk patroli keamanan.

Seorang warga setempat, Anto, menjelaskan satu orang warga itu berpatroli keliling lingkungan RT 012 setiap malam. “Petugas itu digaji lingkungan RT senilai Rp200.000/bulan. Pengamanan lingkungan itu di luar pengamanan di internal Luwes,” tuturnya.