Pasar Nglano Karanganyar Sepi, Pedagang Burung Gelar Dagangan di Tepi Jalan

Pedagang burung menunggui dagangannya di pelataran Pasar Burung Nglano setelah sebelumnya mereka berjualan di tepi jalan dekat pasar itu, Kamis (31/1/2019). - Wahyu Prakoso
01 Februari 2019 13:36 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dari 28 kios pasar burung Nglano, hanya tujuh kios yang buka, Kamis (31/1/2019). Kios-kios tersebut tutup karena sepi pengunjung. Pedang memilih berjualan di pinggir jalan.

Salah satu pedagang pakan burung, Sutarmin, mengakui omzet penjualannya turun drastis sejak dua bulan terakhir. Itu disebabkan mayoritas pedagang burung pindah ke ruas jalan, tepatnya di utara tembok Pabrik Gula Tasikmadu.

“Sekarang jualan di sini enggak laku karena tidak dapat wajah [deretan kios pasar tertutup pagar], sehingga pengendara jalan tidak tahu di sini ada pasar burung. Ditambah lagi pedagang burung juga banyak yang pindah ke pinggir jalan. Engga ada yang beli pakan di sini, jadi kios saya tutup sejak satu bulan terakhir,” ujar Sukarno kepada Solopos.com.

Salah satu pedagang burung, Teguh, mengaku Pasar Burung Nglano tidak strategis, ia dan 15 pedagang burung lainnya lebih memilih jualan di utara pabrik gula yang lebih strategis. “Awalnya dulu lumayan, tapi lama kelamaan pengunjung berkurang. Kami pindah ke depan pasar, tiap Wage dan Pahing saya berjualan ke Pasar Jungke Karangnyar. Kalau hanya berjualan di sini pendapatan kurang,” ujar warga Jaten tersebut kepada Solopos.com.

Berdasarkan pantauan Solopos.com siang kemarin, para pedagang berkumpul di depan Kantor Koordinator Pasar Burung Nglano. Mereka meminta pengelola pasar membangun jalan di timur bangunan pasar supaya pengguna jalan mendapatkan akses membeli burung.

“Saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait sejak akhir tahun lalu, anggarannya belum ada. Saya meminta para pedagang berjualan di sini lagi, sambil menunggu kebijakan dinas,” ujar Koordinator Pasar Burung Nglano, Heri Wijiono, kepada Solopos.com.

Kabid Perdagangan Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko Joko Iswanto, mengaku sudah tahu masalah tersebut, tahun ini akan dibangun jalan untuk sepeda motor ke pasar tersebut supaya bisa ramai lagi.