Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Solar di Sukoharjo dan Temukan Ini

Gudang di Dukuh Kragilan RT 001/RW 006, Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, yang diduga menimbun solar, Sabtu (2/2 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
02 Februari 2019 17:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polisi bersama aparat lain membongkar sebuah gudang di Dukuh Kragilan RT 001/RW006 Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, karena diduga menjadi lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, Jumat (1/2/2019) malam.

Saat penggerebekan, aparat menemukan empat truk berisi masing-masing 5.000 liter solar yang siap dipasok ke beberapa pengepul di Sukoharjo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, awalnya aparat menerima laporan dari warga yang curiga atas aktivitas di gudang itu. Kecurigaan warga muncul karena di lokasi itu terdapat aktivitas keluar masuk kendaraan truk dan mobil berpelat nomor luar daerah dalam lima hari terakhir.

Kendaraan itu keluar masuk dalam kondisi bagian bak tertutup rapat oleh terpal. Warga kemudian melaporkan ke Babinkantibmas dan ditindaklanjuti ke Babinsa dan Polsek Nguter. Menerima laporan itu, aparat kepolisian bersama Babinsa dan Babinkamtibmas disaksikan kepala desa (kades) setempat menggerebek gudang pada Jumat pukul 22.00 WIB.

Saat dilakukan penggrebekan, petugas mendapati empat truk besar masing-masing bernomor polisi AD 1310 UF, E 8867 VB, R 1850 DA, dan BH 8761 GI. Kemudian dua mobil boks bernopol H 1309 QI, H 1868 DS, serta mobil Luxio B 8813 FY dan L300 nopol AD 1310 UF.

Kendaraan itu sebagian besar dimodifikasi dengan dilengkapi tangki layaknya armada pengiriman BBM. Guna mengelabui, tangki ditutup dengan terpal.

"Saat kita temukan ada tujuh karyawan di sana dan empat truk sudah berisi solar dan kondisinya siap dibawa ke pengepul," ungkap Kepala Desa (Kades) Kedung Winong, Miyadi, Sabtu (2/2/2019).

Dia mengatakan gudang tersebut dikontrak sejak lima tahun lalu, namun baru digunakan sepekan terakhir ini. Hingga kini masih ditelusuri siapa pemilik gudang tersebut. Lantaran keberadaan gudang berada dikelilingi area persawahan tak banyak warga mengetahui pemilik gudang tersebut.

Warga setempat, Wakiman,mengatakan tidak mengenal dan mengetahui pemilik gudang yang berada tepat di samping rumahnya. Selama ini gudang tersebut kosong dan baru sepekan terakhir digunakan untuk keluar masuk kendaraan.

"Saya tidak tahu pasti gudang ini untuk apa saja. Waktu ada penggerebekan baru saya tahu gudang itu untuk nyimpan solar," katanya.

Berdasarkan pantauan solopos.com di lokasi, gudang tersebut kondisinya masih dijaga aparat kepolisian dan telah diberi police line. Gudang tersebut terletak di jalan raya Songgorunggi, Nguter, atau tepatnya arah PT RUM. Tidak ada papan nama gudang tersebut. Di bagian tembok depan gudang hanya tersisa sebuah spanduk yang kondisinya telah pudar bertuliskan "Kahar Motor, Diler Kampung".

Kapolsek Nguter AKP Banuari membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut dengan alasan masih dalam penyidikan.

Sementara saat dihubungi wartawan, Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, belum merespons.