Hasil Panen Jelek, Omzet Pedagang Durian di Jumantono Karanganyar Menurun

Tumini, salah satu pedagang durian di Genengan, Jumantoro menunggu pembeli di lapaknya, Jumat (1/2 - 2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)
02 Februari 2019 10:20 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Omzet pedagang durian di Genengan, Jumantono menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Jumat (1/2/2019). Hal ini disebabkan hasil panen durian tidak maksimal.

Salah satu pedagang durian, Tumini, menjelaskan omzet penjualan durian pada tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu ia bisa mendapatkan omzet hingga Rp4 juta per hari. Sedangkan tahun ini omzet yang ia peroleh Rp3 juta per hari.

“Saya dapat pasokan durian dari tegal dan kebun rumah sendiri, kadang ambil dari petani lainnya. Tahun ini hasil panen jelek sehingga pasokan durian berkurang. Rata-rata hanya mampu menjual 80 biji durian per hari,”ujarnnya kepada Solopos.com saat ditemui di lapaknya.

Ibu dua orang anak ini, sehari-hari berjualan nasi uduk di Depok, Jawa Barat. Ketika musim durian tiba, ia selalu pulang ke Genengan untuk menjual durian dari tegalnya. Ia mengaku penghasilan menjual durian lebih banyak dari pada menjual nasi uduk.

Pedagang lainnya, Remin, menjelaskan omzet yang ia peroleh tidak sebanyak tahun sebelumnya. Tahun ini rata-rata ia hanya mendapatkan Rp600.000 hingga Rp700.000 per hari. Sedangkan tahun sebelumnya ia bisa memperoleh Rp1 juta.

“Sudah tujuh tahun [musin panen durian] ini saya jualan durian, saya dapat durian dari kebun sendiri. Tahun ini kualitas durian jelek disebabkan kemarau panjang,” katanya kepada Solopos.com.

Seorang petani durian, Sukidi, 52, mengaku hasil panen durian tahun ini kurang memuaskan. Menurut dia, tahun lalu kemarau terlalu panjang sehingga perkembangan buah durian tidak normal. Buah durian membutuhan waktu kurang lebih enam bulan sejak proses berbunga hingga buahnya siap panen. Selain itu, karena kurangnya air, pohon durian tidak mengasilkan buah yang banyak.

“Musim penghujan ini, buah durian juga banyak yang rusak, banyak ulat-ulat yang menyerang sehingga durian jatuh sebelum matang,” katanya kepada Espos saat ditemui di rumahnya.