Jamur Lethong Sapi Dimakan Netizen Takjub

Jamur kotoran sapi yang dikonsumsi satu keluarga di Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (31/1/2019). (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
02 Februari 2019 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRISatu keluarga asal Dokeso, RT 001/RW 009, Kerji Lor, Ngadirojo, Wonogiri, diduga keracunan jamur kotoran sapi. Saat ini, empat orang anggota keluarga tersebut tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Ngadirojo, AKP Subroto, sebagaimana diberitakan Solopos.com, Kamis (31/1/2019), mengatakan, korban meliputi, Sriyanto, 45, dan tiga anaknya, yakni Lisa Utami, 22; Rizky Soleh Ariansyah, 17; dan Muhammad Tri Haryanto, 12.

Saat ini, Sriyanto dan Utami sudah pulang dari rumah sakit. Rizky dan Muhammad hingga Kamis masih dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri. Kondisi keduanya sudah membaik.

“Mereka mual dan pusing setelah makan jamur kotoran sapi yang dimasak di rumah. Kejadiannya kemarin [Rabu] dan tidak ada yang melapor. Namun, kami mendengar adanya kejadian itu. Tadi [Kamis] saya memerintahkan anggota untuk mengecek, ternyata informasinya benar,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Berita keracunan jamur kotoran sapi itu ramai dikomentari warganet lewat unggahan akun Instagram @jelajahsolo, Jumat (1/2/2019). Ada netizen yang merasa prihatin. Namun, tak sedikit pula yang menilai korban keracunan tersebut melakukan hal nekat. Sebab, selama ini jamur kotoran sapi memang dikenal sangat berbahaya.

"Dari dulu jamur lethong sapi terkenal banget. Ya mungkin jadi halusinasi. Tapi, mungkin bapak ini emang enggak tahu murni," komentar @peny_giyan.

"Padahal jamur ini dahsyat. Kalau mengonsumsi keracunan, berarti yang dimakan bukan jamur letong. Yakin jamur letong enggak ngeracunin. Tapi bikin awet muda," kelakar @dhedotpablo.

"Lah itu kan memang beracun. Kok masih aja dimasak," sambung @ekasptiynr heran.

"Jamur tletong. Jadi ingat dulu pas masih sekolah. Penasaran sama teman-teman setongkrongan makan ginian, terus...." imbuh @obetonic menimpali.

Diberitakan sebelumnya, Sriyanto mendapat jamur tersebut diperoleh dari Sukoharjo. Saat melintas di jalan dekat areal persawahan tak jauh dari RS Nirmala Suri, Bulakrejo, Sukoharjo, dia melihat jamur berwarna putih kecokelatan yang tumbuh di sekitar kotoran sapi dekat sawah.

Sriyanto mencabuti jamur itu hingga mendapatkan seplastik. Sriyanto lalu membawanya pulang. Sesampainya di rumah dia meminta istrinya, Harsini, 40, memasak jamur tersebut. Setelah matang, Sriyanto dan tiga anaknya memakannya. Sementara Harsini tidak ikut makan. Tak lama setelah itu Sriyanto dan anak-anaknya mual dan pusing, tetapi tak sampai muntah. Semakin lama mereka lemas hingga akhirnya keluarga membawa mereka ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamur kotoran sapi mengandung bahan aktif psilosina. Zat tersebut termasuk narkotika golongan I. Mengonsumsi jamur itu menimbulkan efek halusinasi berlebihan dan gelisah. Dalam kurun waktu tertentu dapat menimbulkan depresi berat.