Jembatan Repaking Wonosegoro Patah, Ini Langkah Pemkab Boyolali

Jembatan di Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, putus akibat diterjang hujan dan arus sungai yang deras, Kamis (31/1/2019) sore. (Istimewa - Sutrisno)
03 Februari 2019 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemkab Boyolali berjanji segera membangun kembali dua jembatan di Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, yang rusak akibat terdesak aliran sungai.

Salah satu dari dua jembatan itu, yakni jembatan di Desa Repaking bahkan patah menjadi beberapa bagian dan tak mungkin bisa dipakai lagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Boyolali Arief Gunarto mengatakan sudah mengagendakan rapat membahas rencana dan anggaran perbaikan dua jembatan itu pada Senin (4/2/2019).

“Senin kami akan rapat untuk membahas anggarannya bersama Sekda, Asisten II, dan Bappeda,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu (2/2/2019).

Menurutnya, kedua jembatan yang rusak tersebut merupakan akses penting bagi warga di wilayah yang terhubung. “Karena itu kan satu-satunya akses bagi warga sehingga pembangunan kembali jembatan itu menjadi penting,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, sejak Kamis (31/1/2019) menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah di wilayah tersebut.

Dua jembatan di Desa Repaking dan Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, putus. Jembatan Kebonagung-Bedoyo di Dusun Bonagung RT 002/RW 006 Desa Bandung putus lantaran tiang penyangga tidak kuat menahan arus sungai yang deras.

Jembatan langsung putus sesaat setelah hujan. Jembatan itu merupakan jembatan penghubung antardukuh di desa tersebut.

Sementara itu, jembatan lain di Dusun Repaking, Desa Repaking, Wonosegoro, putus karena tiang penyangga bagian tengah jembatan ambrol diterjang arus. Setelah hujan lebat pada Kamis, tiang penyangga jembatan sempat miring hingga akhirnya ambrol pada Jumat (1/2/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Wakapolsek Wonosegoro Iptu Anton Indarto mewakili Kapolsek Iptu Maryono menyebutkan saat tiang penyangga jembatan miring, sejumlah warga masih bisa melalui jembatan dengan menggunakan sepeda motor.

“Saat itu arus lalu lintas relatif lancar dan aman,” ujar Wakapolsek.