Jembatan Repaking Boyolali Yang Patah Ternyata Baru 2 Tahun Dibangun

Jembatan di Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, putus akibat diterjang hujan dan arus sungai yang deras, Kamis (31/1/2019) sore. (Istimewa - Sutrisno)
03 Februari 2019 20:40 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Patahnya jembatan di Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, lantaran diterjang arus, Jumat (1/2/2019) lalu, membuat warga kecewa.

Selain merupakan jalur penghubung terdekat antara Wonosegoro, Semarang, dan Salatiga, jembatan tersebut ternyata masih tergolong baru lantaran baru dibangun pada 2016 lalu.

Seorang warga Repaking, Sutrisno, mengungkapkan kekecewaannya. "Jembatan belum ada dua tahun kok sudah ambruk saja," ujar Sutrisno, kepada Solopos.com, Minggu (3/2/2019) sore.

Menurutnya, jembatan yang relatif baru itu tidak seharusnya mengalami kerusakan, apalagi sampai patah dan ambrol. Selain usia, kekecewaan juga diungkapkan karena warga Repaking kini harus melewati jalan di Dusun Gandu untuk mencapai Salatiga atau Semarang yang jaraknya 2 km lebih jauh.

Warga lain, Tukiyem, yang tinggal di Desa Jatilawang kerap harus bolak-balik Wonosegoro-Semarang dengan melintasi jembatan itu. "Sekarang jadi jauh dan jalannya, jelek lagi," ujar dia.

Baik Sutrisno maupun Tukiyem berharap jembatan Repaking segera diperbaiki. Jembatan di Desa Repaking patah menjadi beberapa bagian sehingga tak mungkin dilewati.

Saat jembatan itu patah, satu sepeda motor ikut jatuh ke sungai. Beruntung warga berhasil menyelamatkan sepeda motor itu sebelum hanyut terbawa arus.