Jembatan Sami Rukun Karanganyar Kelar, Kondisi Jalan Ambyar

Pengguna jalan menghindari lubang di proyek Jembatan Sami Rukun, Rabu (30/1/2019). Proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor. - Wahyu Prakoso
03 Februari 2019 19:58 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Proyek pembangunan Jembatan Sami Rukun di Desa Plesungan, Gondangrejo sudah selesai. Proyek tersebut menyisakan kerusakan jalan di sisi selatan dan utara jembatan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (30/1/2019), jembatan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, ruas jalan dari arah Jeruksawit ke Plesungan, tepatnya di selatan jembatan belum dicor sehingga jalan tidak rata. Selain itu ada timbunan material yang masuk ke badan jalan yang membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, di utara jembatan tepatnya di tikungan ada dua lubang besar. Banyak pengendara kendaraan roda dua terperosok dan kendaraannya oleng. Pengendara mobil juga kesulitan menghindari lubang tersebut karena berada di tikungan.

“Setelah jembatan jadi, banyak material yang tidak diberesi oleh pekerja proyek. Ketika hujan material tersebut masuk ke badan jalan, jalannya jadi licin. Belum lama ini ada kecelakaan tunggal di malam hari. Satu pengendara motor terjatuh karena kepleset pasir. Warga Grumbulpring dengan sukarela membersihkan material itu dari jalan,” ujar warga Grumbulpring, Widodo kepada Solopos.com.

Warga lain, Sulasih, juga mengeluhkan kondisi jalan itu. “Ngeri kalau lewat situ, saya ini berjualan beras. Ketika pulang kerja biasa bawa beras, saya tumpuk karung di jok belakang sepeda motor. Pernah sekali karung saya jatuh saat melintasi jembatan, itu kan tanjakan dan jalannya rusak,” kata dia kepada Solopos.com.

Sejak kejadian tersebut dia selalu meminta bantuan suami untuk mengantarkan beras. Ia berharap proyek tersebut segera diselesaikan sehingga ia bisa membawa beras sendiri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Karanganyar, Edy Sriyatno menjelaskan, proyek Jembatan Sami Rukun selesai tepat waktu. Namun, pada saat masa pemeliharaan, terjadi kerusakan sehingga itu merupakan tanggung jawab kontraktor. “Itu kerusakan jalan karena kurang pemadatan tanah uruk,” kata dia kapada Solopos.com.