Modal Sidik Jari, Polisi Sukoharjo Buru Perampok Taksi Kosti

Mobil Taksi Kosti yang akan dirampok di Solo Baru, Minggu (3/2 - 2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
04 Februari 2019 16:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Aparat Polres Sukoharjo terus memburu dua orang yang berusaha merampok dan merampas mobil taksi Kosti di sekitar rumah toko (ruko) belakang Hotel Fave Solo Baru, Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 21.40 WIB.

Sopir taksi Kosti Solo yang menjadi korban percobaan perampokan itu, Sumarno, warga RT 001/RW 001, Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, menderita luka sayatan pisau cutter di kedua tangan dan wajah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (4/2/2019), Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satrekrim Polres Sukoharjo telah memeriksa sidik jari di bodi mobil taksi dan pisau cutter yang digunakan pelaku untuk menyayat tangan Sumarno.

Selain itu berdasarkan keterangan Sumarno, kedua pelaku berbicara dengan logat atau dialek ngapak. Petunjuk itu menjadi modal polisi untuk menangkap pelaku perampokan itu.

Sebagaimana diberitakan, Sumarno mengendarai taksi Kosti nomor 114 berpelat nomor AD 1022 DA di sekitar kawasan Solo Baru pada Minggu malam. Dia menerima order penumpang di sebelah timur Hotel Brother Inn menuju sekitar belakang Hotel Fave, Solo Baru.

Penumpang taksi terdiri atas laki-laki berusia sekitar 30 tahun dan perempuan yang sepertinya masih anak baru gede (ABG). Si perempuan duduk di samping sopir. Sementara yang laki-laki duduk di jok tengah di belakang sopir.

Setiba di lokasi kejadian, pelaku laki-laki langsung menjerat leher Sumarno menggunakan kabel. Sedangkan pelaku perempuan mengeluarkan pisau cutter dari sakunya.

Dia langsung menyayat tangan Sumarno yang berusaha sekuat tenaga melepas jeratan kabel. “Saat dijerat kabel, saya membunyikan klakson berulang kali untuk menarik perhatian warga. Kondisi lokasi kejadian cukup sepi, tidak ada warga yang keluar rumah,” kata Sumarno saat ditemui wartawan di RS dr. Oen, Solo Baru, Senin.

Sumarno sempat melakukan perlawanan dengan merebut pisau cutter dari tangan pelaku perempuan. Bahkan, ia sempat mematahkan pisau cutter saat terjadi pergumulan di dalam mobil.

Sumarno membuka pintu dan menendang si perempuan keluar mobil. Dia kemudian menghubungi petugas operator taksi Kosti Solo ihwal kejadian itu.

Beberapa menit kemudian, sejumlah sopir taksi lainnya yang mendengar informasi itu menuju lokasi kejadian. Mereka mendapati Sumarno bersimbah darah di kedua tangannya sembari meminta pertolongan.

“Kedua pelaku melarikan diri. Mereka ingin merebut kunci mobil namun gagal setelah saya melawan. Teman-teman sopir taksi yang menolong saya di lokasi kejadian,” papar dia.

Sementara itu, Wakapolsek Grogol, Iptu Mulyanta, mewakili Kapolsek Grogol, AKP Didik Noertjahjo, mengatakan barang bukti yang disita di lokasi kejadian yaitu satu unit mobil taksi Kosti Solo, patahan pisau cutter, dan kabel.

Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satrekrim Polres Sukoharjo telah memeriksa sidik jari di bodi mobil taksi dan pisau cutter.

Mulyanta menyampaikan kasus itu merupakan percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) mobil taksi. “Penyidik masih mendalami keterangan para saksi dan korban untuk mengungkap kasus itu. Berdasarkan keterangan korban, kedua pelaku berbicara menggunakan dialek ngapak,” kata dia.