Siap-siap! Data KK dan KTP Warga di 61 Desa di Boyolali Segera Diubah

Proses perekaman data e/KTP. (Dukcapil.kemendagri.go.id)
04 Februari 2019 03:30 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Boyolali ancang-ancang mengubah data kependudukan warga di 61 desa di enam kecamatan hasil pemekaran.

Data kependudukan yang bakal diubah meliputi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP). Seperti diketahui, Kecamatan Ampel dipecah menjadi Kecamatan Ampel dan Kecamatan Gladagsari, Musuk dipecah menjadi Kecamatan Musuk dan Kecamatan Tamansari, sedangkan Kecamatan Wonosegoro dipecah menjadi Kecamatan Wonosegoro dan Kecamatan Wonosamodro.

Di kecamatan baru tersebut akan digunakan kode baru sesuai yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kabag Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali Arief Wardianta mengatakan dengan adanya kode baru tersebut maka data warga di desa-desa di wilayah kecamatan baru juga akan ikut berubah, termasuk alamatnya.

“Administrasi kependudukan [Adminduk] ini akan diubah Disdukcapil,” kata dia.

Kepala Disdukcapil Boyolali Suyitno mengatakan teknis pengubahan adminduk tersebut belum dilakukan dan akan dibahas dengan pihak terkait di waktu mendatang.

Tipe A

“Intinya, kami sudah melakukan persiapan untuk mengubah adminduk seperti alat perekaman untuk kecamatan baru juga sudah siap. Tapi teknisnya akan kami bahas dengan pihak terkait karena nanti desa yang diubah datanya juga banyak, ada 61 desa di enam kecamatan baru dan lama,” ujar Suyitno, saat ditemui Solopos.com, Jumat (1/2/2019).

Perubahan data setidaknya dilakukan setelah personel di kecamatan baru sudah ditetapkan. “Sekarang camatnya dan personel lainnya kan belum ada,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, selain mengeluarkan kode untuk kecamatan baru hasil pemcahan, Kemendagri juga mengeluarkan tipologi kecamatannya. Kemendagri menyebutkan tiga kecamatan baru dan tiga kecamatan lama yang dimekarkan semuanya bertipe A.