Cerita Raksasa Musang Bertaring di Asale Desa Garangan Boyolali

Kondisi Kantor Desa Garangan yang sengaja dikosongkan karena akan digunakan sebagai Kantor Kecamatan Wonosamodro. Foto diambil pekan lalu. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
04 Februari 2019 05:30 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Wilayah Desa Garangan dulunya merupakan hutan belantara, sebelum akhirnya menjadi bagian dari Kecamatan Wonosegoro, Boyolali.

Lazimnya hutan di kawasan Boyolali utara, hutan di Wonosegoro sebagian ditanami kayu jati. Hutan itu dimanfaatkan warga sekitar yang ingin berburu dan mencari kayu bakar. “Suatu hari seorang warga melihat buta [raksasa],” ujar Kepala Desa Garangan, Jamroji, ketika berbincang dengan Solopos.com, di rumahnya beberapa waktu lalu.

Cerita yang berkembang, raksasa tersebut menyerupai musang namun dengan taring yang lebih besar. “Katanya ukurannya besar sekali, setinggi pohon,” ujar Jamroji.

Musang bertaring atau dalam istilah Jawa disebut Garangan itu kerap memangsa hewan-hewan di kawasan hutan seperti ular dan ayam.
Sejak kemunculan garangan untuk kali pertama itu, lahan hutan dianggap sebagai lokasi keramat. Warga takut buta yang sama akan muncul untuk kali kedua. Namun hingga kini buta itu tidak pernah muncul lagi.

Ibu Kota Kecamatan

Perkembangan penduduk yang pesat membuat sebagian kawasan hutan mulai ditinggali. Para pendatang awal membabat hutan dan mendirikan perkampungan. Masyarakat sepakat menamani kampung mereka Garangan.

Penamaan itu dilatarbelakangi oleh legenda buta garangan yang populer saat itu. Garangan lambat laun berubah menjadi desa.

Kini Desa Garangan menjadi salah satu fokus pembangunan di wilayah Boyolali utara menyusul kebijakan pemekaran wilayah di Kecamatan Wonosegoro. Kecamatan Wonosegoro akan dimekarkan menjadi Kecamatan Wonosegoro dan Kecamatan Wonosamodro.

Desa Garangan dipastikan bakal menjadi ibu kota Kecamatan Wonosamodro. Sejumlah infrastruktur di Garangan saat ini tengah dibenahi seperti peningkatan kapasitas jalan utama desa dan betonisasi jalan perkampungan.