Tol Solo-Jogja Akan Melewati 38 Desa di Klaten, Mana Saja?

Ilustrasi jalan tol Semarang/Jogja. (Solopos)
04 Februari 2019 18:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja bakal membutuhkan lahan sekitar 300 hektare (ha) di Kabupaten Bersinar. Sedikitnya 38 desa di Klaten akan dilewati jalan bebas hambatan tersebut.

Ruas jalan tol Solo-Jogja yang melintasi Klaten disebut-sebut paling panjang dibanding daerah lainnya. Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan Pemkab sudah menggelar rapat dengan pelaksana proyek tol pada Selasa (29/1/2019).

“Dalam rapat itu disampaikan Klaten merupakan salah satu kabupaten yang terkena dampak tol. Ini proyek strategis nasional dan menjadi kebijakan Presiden. Gubernur sudah menyetujui. Saya selaku bupati ikut mendukung walaupun memang berat,” kata Mulyani saat ditemui wartawan, Jumat (1/2/2019).

Lahan yang terdampak tol di Klaten diperkirakan mencapai 300 ha. Lahan itu tersebar di 38 desa meliputi tujuh kecamatan wilayah utara Klaten. Kecamatan itu di antaranya Tulung, Polanharjo, Ngawen, Kebonarum, Karangnongko, dan Prambanan.

Pada 2019, rencana pembangunan tol masih dalam tahap pembebasan lahan. Proyek pembangunan tol di Klaten diperkirakan mulai 2020.

Mulyani berharap Klaten tak hanya menjadi kabupaten yang dilintasi tol. Keberadaan jalan tol diharapkan memberi berkah dengan memberdayakan warga Klaten terutama yang terdampak tol untuk membuka usaha kuliner atau UMKM di rest area.

Pemkab sudah menyiapkan rencana pembangunan rest area mandiri. “Kebetulan dari proyek tol ini ada dua rest area di Klaten salah satunya di Kelurahan Gergunung [Kecamatan Klaten Utara]. Nanti ada exit tol di Tempursari, Ngawen. Ini masih dikaji di exit tol akan dibuatkan lokasi penampungan sehingga bisa dimanfaatkan untuk usaha kuliner dan UMKM,” tutur dia.

Asisten Pemerintahan Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan titik pertemuan jalan tol antara Klaten dengan DIY berada di ring road utara. Sementara pertemuan antara Klaten dengan Boyolali diperkirakan berada di Kecamatan Tulung.

Jalan tol dipastikan tak melewati kawasan situs berupa candi yang banyak terdapat di wilayah Prambanan. “Dari ring road utara itu kan rencananya menyambung dengan Kulonprogo. Ada juga yang arah ke Borobudur,” kata Ronny.

Ronny mengatakan ruas jalan tol antara Boyolali-Klaten-Jogja sekitar 60 km. Dari panjang tersebut, sekitar 60 persen jalan tol melintasi Klaten.

“Yang jelas antara Klaten dengan Boyolali itu paling panjang Klaten,” kata dia.