Belasan Pelajar Karanganyar Tertangkap Keluyuran Di Tawangmangu Saat Jam Sekolah

Pelajar terjaring operasi Banpol Satpol PP Tawangmangu Karanganyar dihukum push-up, Senin (4/2/2019). (Istimewa - Banpol Satpol PP Tawangmangu)
04 Februari 2019 20:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Anggota banpol Satpol PP Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, menangkap 15 pelajar yang tengah keluyuran di sejumlah warung saat jam sekolah, Senin (4/2/2019).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, lima orang anggota bantuan polisi (banpol) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tawangmangu melakukan operasi di sepanjang jalan tembus Tawangmangu.

Mereka mendapati 15 pelajar yang membolos. Mereka keluyuran saat jam pelajaran dan menongkrong di warung sepanjang jalan tembus Tawangmangu-Sarangan itu. Rata-rata mereka masih mengenakan seragam sekolah.

Pelajar putri hanya mengganti rok dengan celana panjang jeans tetapi masih mengenakan atasan putih seragam sekolah. Salah satu anggota Banpol Satpol PP Kecamatan Tawangmangu, Arif Eko, menyampaikan operasi dilaksanakan setelah apel pagi atau pukul 09.00 WIB.

Sebelum operasi mereka memetakan lokasi rawan digunakan pelajar membolos. "Maping, bikin rencana kegiatan, lalu kami sisir jalan tembus dan menemukan pelajar di tiga warung berbeda. Mereka duduk-duduk, ngobrol sambil ngopi. Pelajar lelaki merokok juga," kata Arif saat berbincang dengan Solopos.com di Balai Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Senin.

Anggota Banpol Satpol PP Kecamatan Tawangmangu lainnya, Yoghy Fajar, menuturkan sejumlah pelajar yang terjaring razia berusaha melarikan diri tetapi tertangkap. Rata-rata mereka pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) swasta di Karanganyar.

"Ada yang berusaha melarikan diri tetapi tertangkap. Katanya takut. Rata-rata sekolah swasta di Karanganyar. Masih pakai seragam yang lelaki, yang perempuan sudah mengganti rok sekolah dengan celana," tutur dia.

Belasan pelajar itu mendapat pembinaan di tempat. Mereka diminta melafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hasilnya, sejumlah pelajar tidak dapat menyelesaikan tugas.

"Kami hukum push up 20 kali. Kalau tidak bisa menghafal Pancasila dan lagu Indonesia Raya ditambahi 10-15 kali push up. Ini tidak dibawa ke kantor tetapi hanya kami data. Mereka bolos karena besok libur jadi ya diteruskan," ujar Anggota Banpol Satpol PP Kecamatan Tawangmangu lainnya, Restu Anggit.

Sementara itu, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, menyampaikan operasi itu rutin dilaksanakan. Sasaran operasi adalah pelajar, pengamen, dan pedagang kaki lima. Operasi dimulai dari Senin dan dilanjutkan hari berikutnya.

"Kami motivasi anggota Banpol untuk rutin melakukan operasi. Tunggu action berikutnya. Harapan kami bisa tertata baik. Kecamatan Tawangmangu bukan menjadi daerah pelarian atau bolos," tutur Rusdiyanto saat berbincang dengan Solopos.com seusai menghadiri acara di Balai Desa Karanglo.

Kecamatan Tawangmangu mendapatkan sepuluh anggota Banpol Satpol PP. Banpol Satpol PP juga tersebar di kecamatan lain di Kabupaten Karanganyar.

Rusdiyanto mengungkapkan peran Banpol Satpol PP juga mendukung pengamanan pemilihan umum kepala desa (pilkades) pada Februari. "Jadi bukan hanya tugas rutin tetapi juga kami arahankan mendukung pengamanan pilkades. Misalnya kami arahkan ke Desa Karanglo yang menjadi Desa Bawaslu. Tugas mereka memotivasi masyarakat untuk memilih."