Rusunawa Mangkubumen di Solo Ditarget Rampung Akhir Februari

ilustrasi rusunawa. (Solopos/Dok)
05 Februari 2019 03:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo molor dari jadwal seharusnya. Proyek yang dibangun dengan dana bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) itu ditarget rampung akhir tahun lalu. Pemerintah kemudian memberi perpanjangan waktu hingga akhir Februari.

Manajer Proyek Rusunawa Mangkubumen, Gatut Bramantyo, mengatakan per 23 Januari, realisasi pendirian bangunan berlantai lima itu baru mencapai 92% dari total pekerjaan. “Molornya pekerjaan disebabkan karena akses kendaraan berat dan material proyek menuju lokasi sangat sempit. Lokasi pembangunan memang berada di daerah sepadan sungai. Terlebih, fondasi bangunan juga menggunakan sistem bore pile yang butuh waktu lama,” kata dia, kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Gatut mengatakan guna mengebut pengerjaan kontruksi, pihaknya terpaksa mendirikan tower crane, selain menambah jumlah pekerja menjadi 248 orang. “Kami kerjakan siang dan malam. Untungnya, hampir seluruh material sudah di lokasi. Jika ada kekurangan, bahannya bisa dicari di sekitar Solo,” papar Gatut.

Kini, pihaknya tinggal menuntaskan tahap akhir pembangunan, perapian, check list bangunan, pemasangan mechanical electrical, halaman, rumah pompa, dan penataan halaman rumah deret. Rusunawa senilai Rp22 miliar itu terdiri dari satu blok dengan jumlah kamar 77 unit. Tipe kamar 36 dengan satu kamar, yang dilengkapi ruang serbaguna dan tempat parkir. “15 Februari terpasang semua. Lalu akhir bulan sudah bisa launching,” ucapnya.

Rusunawa yang berada di tepi Kali Pepe itu menambah alternatif hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Bengawan. Sejak 2010, Pemkot sudah mengelola tujuh rusunawa, yakni Rusunawa Semanggi, Begalon I, Begalon II, Jurug, Kerkov, Mojosongo A dan Mojosongo B, kemudian ditambah rusunawa twin tower Mojosongo C dan D yang ampung dibangun dua pekan lalu.


Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan Rusunawa Mangkubumen telah diantri sejumlah warga terdampak relokasi dan penataan, selain warga MBR lain. “Syarat tinggal di rusunawa, tidak boleh memelihara hewan seperti kucing dan anjing, tapi boleh memelihara hewan yang dikurung dan hanya satu ekor, tidak boleh untuk ternak,” kata dia.