Sopir Jadi Korban Perampokan di Sukoharjo, Ini Pernyataan Kosti Solo

Kondisi sopir mobil taksi Kosti Solo, Sumarno yang menjadi korban perampokan saat dirawat di RS dr.Oen, Solo Baru, Senin (4/2 - 2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
05 Februari 2019 21:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Manajemen Kosti Solo mengklaim kejadian percobaan perampokan yang dialami salah satu sopir taksi mereka, Sumarno, merupakan kejadian pertama dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Manajemen telah mengupayakan berbagai cara untuk membuat pengemudi taksi aman dengan memasang lampu isyarat permintaan pertolongan.

Hal itu disampaikan Manager Kosti Solo, Suyanta, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (5/2/2019) siang. Menurutnya, sekitar 430 unit armada Kosti Solo telah dilengkapi tombol bantuan itu.

“Di dekat setir mobil pada dasbor ada satu tombol darurat untuk sopir. Setelah tombol itu menyala lampu kecil berwarna oranye akan menyala di atas mahkota mobil. Kalau ada lampu itu menyala berarti keadaan sopir sedang terancam dari berbagai tindak kejahatan. Sopir yang lain segera mengejar mobil itu dan memberikan pertolongan,” ujar Suyanta.

Saat kejadian di Solo Baru, Sukoharjo, Minggu (3/2/2019) malam, pengemudi sudah dalam keadaan yang sulit sehingga tidak dapat menyalakan lampu darurat atau memberikan informasi kepada call center terkait lokasi dan kejadian yang dialaminya.

Menurutnya, sekitar 85 persen pengemudi juga menjadi driver taksi online sejak beberapa waktu lalu. Ia meminta para pengemudinya untuk tidak memaksakan diri ketika mencari order pada malam hari.

Saat melayani penumpang, pengemudi tidak dapat mengetahui niat baik atau buruk para penumpang. Karena itu pengemudi wajib waspada dan jangan sampai ada celah atau kesempatan untuk tindak kejahatan.

Ia mengakui unit armada taksi Kosti belum dilengkap alat pelacak untuk memantau lokasi para pengemudi. Lokasi hanya dapat dipantau melalui jaringan call center dari setiap pengemudi yang melaporkan lokasinya.

Ia menambahkan saat ini kondisi korban percobaan perampokan, Sumarno, telah berangsur-angsur membaik. Sumarno mengalami luka cukup parah akibat percobaan perampokan dari dua orang penumpangnya.

“Penumpang belum sampai lokasi tujuan meminta berhenti, tersangka laki-laki menjerat korban dibantu tersangka perempuan. Tangan kanan korban luka tersayat pisau. Kasus ini beserta bukti-buktinya sudah kami laporkan ke Polsek Grogol,” ujarnya.

Ia menambahkan pengobatan Sumarno hingga sembuh ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Salah satu pengemudi taksi online, Adi Prasetyo, mengaku semakin meningkatkan kewaspadaannya setelah kejadian perampokan itu.

Ia mengaku sering berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang tergabung dalam grup Whatsapp untuk melaporkan lokasi-lokasinya apalagi ketika harus ngalong atau melayani penumpang hingga larut malam.