Papan Reklame Halangi Pandangan Sopir Bus di Terminal Tirtonadi Solo

Papan baliho di perempatan Jl. Ahmad Yani, Solo, dianggap menghalangi pandangan sopir bus yang hendak masuk ke Terminal Tirtonadi, Selasa (5/2/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
05 Februari 2019 22:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dua papan reklame di sebelah timur Terminal Tirtonadi Solo mengganggu jarak pandang para sopir bus yang hendak masuk ke dalam terminal.

Media iklan itu menutupi rambu-rambu penunjuk jalur prioritas dari arah timur menuju ke barat tepat di Simpang Empat Jl. Ahmad Yani.

Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, kepada Solopos.com, Selasa (5/2/2019), mengatakan selain media iklan tidak sesuai dengan estetika, reklame itu dianggap membuat sopir bus yang belum mengetahui jalur itu kebingungan.

“Kami beberapa kali menerima keluhan dari operator bus terkait reklame itu. Reklame menutupi rambu jalur prioritas apalagi pada saat malam hari menjadi semakin tidak terlihat apalagi dengan ukuran yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menambahkan pengemudi bus yang belum terbiasa melewati jalur itu akan membuat kendaraan lain terhambat. Sedangkan jalur itu merupakan jalur akses bus memasuki terminal.

Menurutnya, reklame itu juga membuat tidak selarasnya rencana penataan Terminal Tirtonadi. Ia menginginkan penataan terminal sesuai penataan kawasan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Solo.

Ia merencanakan di sekitar lokasi reklame tersebut akan dipasang papan nama terminal yang membuat tulisan terminal tampak dari arah utara. Saat ini terminal kurang tampak apabila dilihat dari sisi utara yang juga merupakan akses kawasan masyarakat masuk Kota Solo.

Hal itu akan membuat kawasan terminal selaras dengan Jembatan Keris dan Taman Bendungan yang kini sangat ramai dikunjungi masyarakat. Ia berharap Pemkot Solo dapat segera melakukan penataan reklame tersebut dengan cara digeser atau dipindahkan ke lokasi yang lebih baik.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo, Budi Martono, mengatakan terdapat beberapa opsi untuk mengatasi hal itu yakni dengan digeser atau mengurangi ukuran papan reklame itu.

Menurutnya, penempatan papan reklame itu sebelumnya telah dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder terkait. Dia menduga reklame itu menjadi keluhan karena Pemkot Solo telah memulai penataan kawasan Tirtonadi.